Jakarta, CNN Indonesia --
Ratusan ribu orang dievakuasi dari kediaman mereka setelah kebakaran hutan di pesisir barat daya Prancis bergerak ke pedalaman menuju Bordeaux, sementara kebakaran serupa di perbatasan Spanyol telah menelan korban jiwa.
Kebakaran tersebut jadi bencana alam terbaru yang terkait dengan kekeringan berkepanjangan dan gelombang panas berturut-turut di Eropa yang menurut para ilmuwan diperburuk oleh perubahan iklim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebakaran yang melanda negara kita telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu di media sosial.
Reuters Climate Monitor mencatat, sejauh pada Juli ini, suhu tinggi rata-rata mencapai 32,2 derajat Celsius di wilayah Prancis yang dilanda kebakaran. Suhu itu 7,3 derajat Celsius lebih tinggi dari suhu tinggi rata-rata bulan tersebut antara 1961 dan 1990.
"Kami memperkirakan pertempuran yang akan panjang dan sangat sulit," kata Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez kepada wartawan.
Angkatan bersenjata Prancis telah dikerahkan untuk membantu brigade pemadam kebakaran yang mulai kewalahan.
Pada Sabtu (25/7) sore, sebuah pesawat angkut militer terbesar dalam armada Prancis, A400M, ikut serta dalam upaya pemadaman dengan menjatuhkan air di atas hutan yang dilalap api.
Sementara itu di Spanyol, asap mengepul dari dinding api yang meluas, meninggalkan rumah-rumah hangus. Tiga kebakaran di sekitar Madrid, dua di antaranya pada Jumat (24/7), mendorong Spanyol untuk menyatakan keadaan darurat nasional pertama mereka terkait kebakaran hutan.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan kebakaran semak yang jauh lebih kecil di luar pesisir Valencia yang mulai dipadamkan pada Sabtu (24/7), menyebabkan kematian seorang pria lanjut usia di dalam mobilnya.
Dinas Perlindungan Sipil Spanyol memperkirakan empat pesawat penjatuh air tambahan, dua dari Italia dan dua dari Yunani, tiba pada Sabtu (24/7). Pesawat pemadam kebakaran dari Belanda dan Portugal juga telah dikerahkan di Spanyol.
Masyarakat dievakuasi
Sekitar 197 ribu orang dievakuasi dari Gironde dan Landes di dekat Bordeaux sejak kebakaran hutan terjadi di sana pekan ini. Sekitar 88 ribu orang dievakuasi atau terkurung di rumah mereka di Spanyol karena tiga kebakaran besar.
Menteri Dalam Negeri Prancis Nunez mengatakan kobaran api berada sekitar 30 km dari Bordeaux. Pemerintah memperingatkan agar tidak melakukan perjalanan darat atau kereta api ke daerah tersebut.
Banyak penduduk Madrid memiliki rumah kedua di daerah sebelah barat tempat kedua kebakaran ini bergabung. Kebakaran ketiga di provinsi Avila mengancam akan bergabung dengan dua kebakaran di wilayah yang masih dalam daerah Madrid itu.
Sementara itu, Bandara Bordeaux tetap beroperasi. Namun jalur kereta api dan bus ke sana terpengaruh.
Mereka yang dievakuasi di dekat Madrid dan Bordeaux memberikan keterangan serupa tentang keberangkatan yang tergesa-gesa dalam upaya menyelamatkan diri.
"Saya pergi tanpa barang-barang saya, tanpa apa pun, bersama dua anak kecil," kata Bernadette yang berusia 71 tahun tentang kedua cucunya setelah meninggalkan rumahnya di pantai di tengah malam. "Saya lupa banyak hal, obat mata saya, semuanya."
"Saya melihat awan asap membubung ke langit. Saat itulah saya menyadari sesuatu sedang terjadi," kata Rodika, 60 tahun, dari kota kecil Fresnedillas de La Oliva, kepada Reuters.
"Saya pikir kami semua panik. Kemudian kami menerima pesan yang memberitahu kami untuk bersiap-siap, membawa barang berharga apa pun yang bisa kami bawa, apa pun yang paling penting. Saya membawa kucing saya, dan kami pergi."
Upaya untuk mengendalikan kebakaran semakin rumit karena salah satu serikat pemadam kebakaran di Madrid sedang melakukan mogok kerja, meski dampaknya terhadap jumlah petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan kecil.
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, masih memperingatkan masyarakat di Madrid agar tidak melakukan aktivitas di luar ruangan karena asap.
"Hindari aktivitas fisik dan berada di luar ruangan. Jika Anda pergi ke luar ruangan dan ada asap atau abu, gunakan masker," kata Garcia di media sosial.
(end/afp/end)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·