Ratusan Pemukim Israel Kembali Serbu Al Aqsa, Gelar Ritual Doa Yahudi

52 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan pemukim Israel kembali menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur pada Minggu (20/9). Aksi tersebut bahkan dilakukan dengan perlindungan pasukan Israel.

Gubernur Yerusalem dalam pernyataannya mengatakan para pemukim tersebut memasuki area pelataran kompleks dan melakukan ritual Talmud di bawah perlindungan polisi Israel. Aksi penerobosan ini juga bertepatan dengan dimulainya Hari Raya Yahudi Yom Kippur pada Minggu sore hingga Senin sore ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Anadolu Agency, insiden ini terjadi sehari setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sejumlah menteri, dan ribuan pemukim Israel memasuki pelataran Tembok Ratapan di Yerusalem Timur.

Dalam sebuah video memperlihatkan Netanyahu sedang melakukan ritual, dari balik kaca antipeluru. Di video lainnya, Netanyahu dan istrinya Sara terlihat melewati salah satu terowongan penggalian yang membentang di bawah Tembok Ratapan saat doa Yahudi sedang berlangsung.

"Kami berada di terowongan dekat Tembok Al Buraq. Ini adalah langkah untuk menyentuh batu fondasi keberadaan kita. Kami berada sangat dekat dengan Ruang Mahakudus. Kami ada di sini, dan kami akan selamanya tetap di sini," kata Netanyahu dalam video itu, dikutip Al Jazeera.

Kunjungan bawah tanah yang dilakukan Netanyahu berlangsung bersamaan dengan sederet aksi penerobosan para pemukim ke situs suci lainnya. Di laman resminya, otoritas kegubernuran Yerusalem melaporkan bahwa sekitar 570 pemukim telah menerobos masuk ke pelataran Masjid Al Aqsa.

Kelompok Hamas Palestina mengecam keras aksi penerobosan tersebut.

"Tindakan Benjamin Netanyahu memasuki terowongan dan area penggalian di bawah Masjid Al Aqsa serta Tembok Al Buraq, disertai pernyataan provokatif dan klaim keliru mengenai Ruang Mahakudus, merupakan serangan terang-terangan terhadap identitas dan status Masjid Al Aqsa, sekaligus provokasi yang melukai perasaan rakyat Palestina serta bangsa Arab dan umat Islam," demikian pernyataan Hamas.

Mereka juga menegaskan warisan Islam yang melekat sepenuhnya pada Al Aqsa dan menolak aktivitas penggalian yang terus dilakukan Israel di bawah situs suci tersebut.

(dna)

Baca Artikel Selengkapnya