Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup Kedah Malaysia memeriksa 11 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) usai ramai dugaan BBM di negara bagian Kedah dioplos dengan air.
Direktur Kementerian Kedah, Nizam Jamaludin, mengatakan inspeksi tersebut dilakukan menyusul keluhan masyarakat bahwa kendaraan mereka mengalami kerusakan pasca mengisi bahan bakar di SPBU-SPBU tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim penegak hukum kementerian melakukan inspeksi di 11 stasiun bensin hari ini dan mengambil sampel bahan bakar dari tangki atau pompa yang terlibat untuk analisis lebih lanjut," kata Nizam, seperti dikutip Free Malaysia Today.
Nizam melanjutkan, berdasarkan hasil inspeksi awal, tidak ada temuan air di dalam tangki penyimpanan BBM yang diperiksa.
Inspeksi ini sendiri dilakukan di stasiun Petron dan Caltex di Alor Setar, Kubang Pasu, Sungai Petani dan Kulim, serta pemeriksaan terhadap tanda terima pasokan bahan bakar, juga catatan penjualan dan dokumen terkait lainnya.
"Inspeksi awal menggunakan metode pencelupan manual dan pengecekan pembacaan sistem Pengukur Tangki Otomatis tidak menunjukkan adanya indikasi air di dalam tangki penyimpanan bahan bakar yang diperiksa," kata Nizam.
Meski tidak ditemukan kontaminasi air, Nizam menyampaikan pihaknya akan membawa sampel BBM ke departemen kimia Malaysia untuk dianalisis.
Sampel juga akan dikirim ke laboratorium perusahaan minyak masing-masing.
"Kementerian akan menelaah hasil analisis dan temuan investigasi secara keseluruhan sebelum menentukan langkah selanjutnya, termasuk mengambil tindakan yang tepat jika ada ketentuan hukum yang dilanggar," ujarnya.
Sebelumnya, warga Malaysia melaporkan temuan air di dalam tangki bensin RON95 di sebuah SPBU Batu Kawan di Penang. Temuan ini menyusul keluhan sejumlah pengendara bahwa kendaraan mereka, terutama mobil, rusak setelah diisi BBM.
(blq/rds)

1 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·