Jakarta, CNN Indonesia --
Raja Malaysia Sultan Ibrahim menyetujui deklarasi darurat di seluruh wilayah Distrik Serian, Sarawak, pada Jumat (4/9) setelah angka Indeks Pencemar Udara (API) melampaui 500.
Serian mencatat angka 515 pada pukul 17.00 waktu setempat, setelah kondisi kabut asap memburuk sepanjang malam. Angka itu pertama kali melampaui 500 pada pukul 9 pagi hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor Perdana Menteri mengatakan keputusan deklarasi darurat ini diambil setelah mempertimbangkan saran dari PM Anwar Ibrahim, PM Sarawak Abang Johari Openg, dan lembaga terkait mengenai kualitas udara di daerah yang terkena dampak.
"Pemerintah akan terus memantau perkembangan dari waktu ke waktu, dan memastikan semua tindakan yang diperlukan segera dilaksanakan, termasuk upaya mitigasi serta penyebaran informasi dan nasihat kesehatan kepada masyarakat," demikian pernyataan Kantor PM Malaysia, seperti dikutip Malay Mail.
Menurut data Departemen Statistik Malaysia, Serian memiliki populasi sekitar 106 ribu jiwa. Situs web pemerintah Sarawak menyebut Serian memiliki luas wilayah 2.039 km persegi.
Menurut laporan media setempat seperti dilansir Chanel News Asia, angka API di Serian mulai meningkat sejak Kamis pukul 18.00 waktu setempat. Padahal sebelumnya kondisi kabut asap sempat menunjukkan tanda-tanda membaik selama 24 jam sebelumnya.
Berdasarkan skala API Malaysia, angka di atas 400 dikategorikan sebagai "sangat berbahaya". Angka indeks hingga 50 dikategorikan baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan 301 hingga 400 bahaya.
Penetapan status darurat ini akan berdampak pada penghentian seluruh aktivitas di sektor publik maupun swasta, kecuali layanan-layanan esensial.
(dna)

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·