Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Rusia Vladimir Putin menunjuk Denis Lyamin untuk memimpin Pasukan Sistem Tak Berawak Rusia, cabang militer yang bertanggung jawab atas peperangan drone. Penunjukan ini dilakukan pada Rabu (5/8) sebagai bagian dari "penyempurnaan" struktur militer.
Dilansir dari Reuters, Putin menyampaikan bahwa Lyamin adalah "salah satu spesialis paling berkualitas" untuk mengepalai pasukan drone. Ia menugaskan Lyamin menyelesaikan pembentukan pasukan tersebut dan mengambil alih komando "dalam waktu dekat".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan Sistem Tak Berawak Rusia merupakan cabang militer yang baru dibentuk yang akan bertanggung jawab atas pertempuran drone.
Pesawat nirawak belakangan mendominasi konflik Rusia vs Ukraina, di mana masing-masing pihak tidak hanya mengandalkannya di perbatasan, tetapi juga di laut serta pada target jauh di belakang garis musuh.
Lyamin sebelumnya menjabat sebagai kepala staf kelompok "Pusat" yang bertempur di Ukraina. Ia lulus dari sekolah komando tank dan memiliki latar belakang di angkatan darat.
Putin menggambarkan kelompok "Pusat" sebagai bagian kunci dari upaya Rusia merebut seluruh wilayah Donetsk, yang menjadi prioritas utama Moskow dalam perang ini.
Selain mengangkat Lyamin, Putih juga memindahkan Valery Solodchuk, komandan kelompok "Pusat", ke posisi baru yang bertanggung jawab atas seluruh logistik militer. Jabatannya digantikan oleh Andrei Ivanayev yang sebelumnya bertanggung jawab atas kelompok pasukan Timur.
Perombakan struktur militer ini terjadi saat perang Rusia vs Ukraina memasuki tahun kelima.
Pada Selasa (4/8), sedikitnya 17 orang tewas dan puluhan lainnya terluka usai serangan rudal dan drone Rusia menyambar ibu kota Kyiv dan sejumlah wilayah Ukraina lainnya.
Angkatan Udara Ukraina mengaku menembak jatuh 98 dari 115 drone yang ditembakkan Rusia semalam. Namun, menurut statistik awal, tak ada rudal yang berhasil ditembak jatuh satu pun.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyatakan bahwa Ukraina mengalami kekurangan kritis sistem pertahanan udara untuk melawan serangan rudal. Stok sistem tersebut saat ini tiga kali lebih redah dibandingkan tahun lalu.
"Pesawat pencegat balistik adalah apa yang bisa menyelamatkan nyawa mereka yang tewas hari ini," kata Zelensky saat mengumumkan korban jiwa di Kyiv.
(blq/dna)

2 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·