Jakarta (ANTARA) - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan produksi batu bara dan penjualan alat berat yang menurun, disebabkan oleh dipangkasnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh pemerintah mencapai 50 persen hingga pertengahan Juni 2026.
Direktur Keuangan United Tractors, Vilihati Surya mengatakan total kapasitas produksi batu bara perseroan mencapai 15 juta ton, namun RKAB yang disetujui oleh pemerintah hanya sebesar 7,4 juta ton.
“Kalau kita lihat memang sampai dengan first half kita RKAB-nya turun 50 persen. Kita itu sebenarnya punya kapasitas bisa produksi sampai dengan 15 juta ton, tapi pada pertengahan Juni kemarin, yang baru di-approve RKAB-nya itu baru 7,4 juta,” ungkap Vilihati dalam Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta, Rabu.
Seiring RKAB yang hanya disetujui separuh dari total kapasitas produksi tersebut, berdampak terhadap menurunnya penjualan batu bara perseroan mencapai 22 persen year on year (yoy) menjadi 6.723 ton periode Januari-Agustus 2026.
Baca juga: UNTR komitmen bangun SDM berkarakter demi beri dampak ke masyarakat
Namun demikian, Vilihati mengatakan perseroan telah memperoleh persetujuan RKAB kembali pada Agustus 2026, untuk produksi batu bara sebesar 12,4 juta ton.
“Di Agustus (2026) ini kita sudah mendapatkan kenaikan RKAB ke 12,4 juta,” ujar Vilihati.
Terkait dampaknya ke penjualan alat berat, Ia menjelaskan kebijakan RKAB dari pemerintah telah berdampak terhadap penjualan alat berat Komatsu perseroan yang menurun 21 persen (yoy) menjadi 2.689 unit periode Januari-Agustus 2026, dibandingkan sebanyak 3.408 pada periode sama tahun sebelumnya.
Rinciannya, penurunan terjadi pada penjualan segmen penjualan big machine yang memiliki kontribusi besar terhadap penjualan alat berat, yang menurun menjadi 436 unit pada periode Januari-Agustus 2026, dibandingkan sebanyak 860 unit pada periode sama tahun sebelumnya.
Baca juga: United Tractors cetak pendapatan Rp58,3 triliun di semester I-2026
“Unfortunately di tahun ini memang karena impact dari RKAB, mungkin teman-teman semua tahu ya, impact dari RKAB, in directly customer-customer-nya di big machine sales, yang terutama di coal mining itu ngerem dulu untuk pembeliannya alat berat,” ujar Vilihati.
Ke depan, Vilihati mengatakan UNTR masih berpotensi mengalami hambatan produksi mengingat wilayah kerja perseroan di Kalimantan Tengah yang akan terdampak fenomena El Nino.
Ia memperkirakan, penjualan batu bara perseroan baru akan optimal pada periode November-Desember 2026.
“Tantangannya ini sekarang itu lagi El Nino, lagi dry season di area Kalimantan Tengah. Jadi kita produksi dan nanti kita jualannya mungkin di kuartal IV, yaitu November-Desember, lebih maximize,” ujar Vilihati.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·