Presiden Trump dan Kanselir Merz Saling Serang Soal Borok Negara Masing-Masing

1 jam yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Retaknya hubungan transatlantik kembali mencuat setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik terbuka terhadap kondisi sosial dan ekonomi Amerika Serikat di tengah memanasnya relasi Berlin-Washington di era Presiden Donald Trump.

Dalam sebuah forum umat Katolik di Wuerzburg, Merz mengaku tidak lagi merekomendasikan generasi muda Jerman untuk belajar maupun bekerja di Amerika Serikat. Ia menilai iklim sosial dan pasar kerja AS mengalami kemunduran yang mengkhawatirkan.

“Saya tidak akan merekomendasikan kepada anak-anak saya saat ini untuk pergi ke AS untuk mendapatkan pendidikan dan bekerja,” kata Merz yang disambut tepuk tangan hadirin, beberapa waktu lalu.

Komentar tersebut memicu sorotan luas karena muncul di tengah hubungan Jerman-Amerika yang disebut mengalami titik terburuk sejak Perang Dunia II. Pemerintahan Trump sebelumnya juga beberapa kali mengkritik keras kondisi domestik Jerman, terutama soal migrasi, keamanan, dan ketergantungan Berlin terhadap Washington.

Penulis dan jurnalis Amerika Robert Bridge dalam tulisannya di RT pada Selasa (19/5/2026) menilai Merz dan Trump sama-sama menggunakan persoalan domestik masing-masing sebagai alat serangan politik. Menurut Bridge, kedua pemimpin “saling memanfaatkan masalah internal satu sama lain sebagai senjata” di tengah memburuknya hubungan bilateral.

Trump sendiri membalas kritik Merz dengan meminta Kanselir Jerman itu lebih fokus memperbaiki “negaranya yang rusak” ketimbang mengomentari kondisi Amerika Serikat. Pada saat yang sama, Washington disebut tengah menyiapkan penarikan sekitar 5.000 tentaranya dari Jerman.

Bridge menyoroti bahwa Merz awalnya dikenal sebagai pendukung kuat hubungan transatlantik, namun belakangan mulai mengambil jarak dari Washington. Ia juga menilai baik AS maupun Jerman kini tengah menghadapi tekanan serius di bidang ekonomi, sosial, dan keamanan domestik

Baca Artikel Selengkapnya