Presiden Suriah Nyatakan Siap Bekerja Sama dengan Israel

2 minggu yang lalu 11

Presiden sementara Suriah Ahmed al-Sharaa berjalan menyambut Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas (tidak dalam gambar) di Damaskus, Suriah, 18 April 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS – Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mengungkapkan bahwa Damaskus sedang berupaya secara aktif untuk mencapai kesepakatan keamanan dengan Israel. Hal itu dilakukan dengan melibatkan sejumlah negara. 

Dalam wawancara eksklusif untuk program Al Muqabala di Aljazirah, al-Sharaa menyatakan harapannya agar kesepakatan dengan Israel tersebut dapat menjadi pintu pembuka menuju perdamaian yang komprehensif.

Ia juga menegaskan bahwa kesepakatan semacam itu tidak akan mengorbankan hak Suriah atas Dataran Tinggi Golan, wilayah yang diduduki secara ilegal oleh Israel sejak tahun 1973. Ia menyatakan bahwa Suriah berupaya menghindari bentrokan dengan Israel, dan bahwa pengaturan keamanan dapat membuka jalan bagi penyelesaian krisis yang lebih luas dan komprehensif. 

Pernyataan ini muncul menyusul serangkaian serangan dan penerobosan wilayah oleh Israel di Suriah selatan sejak al-Sharaa berkuasa pada Desember 2024, setelah runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad. 

Al-Sharaa juga menegaskan bahwa Suriah tidak berniat melancarkan intervensi militer ke negara tetangga, Lebanon, meskipun beredar rumor berulang mengenai hal tersebut. Sebaliknya, pemerintahannya saat ini sedang membahas cara agar otoritas Lebanon dapat mengatasi krisis yang sedang dihadapi negara itu dan membawanya menuju situasi yang aman. 

Wilayah Lebanon selatan saat ini diduduki oleh Israel di tengah pertempuran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara Hizbullah dan pasukan Israel. Negara Lebanon berupaya merebut kembali wilayah-wilayah pendudukan tersebut dan memegang kendali penuh (monopoli) atas seluruh persenjataan di dalam negeri. 

Lebih lanjut, ia menyatakan dukungan tegas Damaskus terhadap pembatasan kepemilikan senjata serta penempatan wewenang pengambilan keputusan terkait perang dan damai secara eksklusif di tangan negara Lebanon.

Baca Artikel Selengkapnya