Presiden Prancis Bongkar Kegagalan BoP di Sidang PBB

41 menit yang lalu 5

Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara dalam Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, 22 September 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Presiden Prancis Emmanuel Macron mempertanyakan klaim keberhasilan perdamaian di Jalur Gaza yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Macron mengatakan, meski Trump menyebut rencana perdamaian Gaza sebagai keberhasilan diplomatik, akses kemanusiaan ke wilayah tersebut disebut belum terbuka kembali.

Macron menyampaikan kritik tersebut dalam pidato terakhirnya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9/2026), sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden Prancis tahun depan.

"Sebagian orang membanggakan perdamaian yang seolah-olah telah tercapai. Namun, perdamaian itu tidak membuka kembali akses kemanusiaan bahkan untuk satu detik pun," kata Macron, seperti dikutip Reuters.

Macron menyampaikan pernyataan tersebut beberapa jam setelah Trump berpidato di forum yang sama dan memuji rencana perdamaian Gaza yang digagas pemerintahannya sebagai keberhasilan diplomatik.

Ia mempertanyakan apa arti klaim perdamaian apabila kondisi kemanusiaan di Gaza belum mengalami perubahan nyata.

"Apakah kita hanya akan berdiri dan menyaksikan pertunjukan yang seharusnya membuat kita semua malu?" ujar Macron.

Pernyataan Macron menyoroti kesenjangan antara target politik yang diumumkan pemerintahan Trump dan kondisi di lapangan. Salah satu instrumen utama yang disiapkan untuk menjalankan rencana tersebut adalah Board of Peace (BoP), yang diberi mandat mengawasi pelaksanaan rencana perdamaian sekaligus proses pemulihan dan rekonstruksi Gaza.

Namun, sejumlah target yang sebelumnya dijanjikan belum sepenuhnya terlaksana.

Janji Pemulihan Gaza...

Baca Artikel Selengkapnya