Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Nigeria Bola Tinubu pernah dituduh memalsukan ijazah yang menunjukkan dia lulusan kampus Amerika Serikat, Chicago State University (CSU).
Tuduhan tersebut menguar dari oposisi Atiku Abubakar pada 2023 lalu, usai Tinubu menang dalam pemilihan umum Nigeria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abubakar menggugat kemenangan Tinubu dan meminta dokumen dari CSU untuk mendukung tuduhannya. Dia bahkan melanjutkan kasusnya hingga di pengadilan AS demi mendapat bukti langsung dari kampus tersebut.
Usahanya tak sia-sia. Pada akhir September 2023, pengadilan AS meminta Chicago State University merilis catatan dalam waktu 48 jam. Tak lama setelah itu, kampus menyerahkan dokumen terkait pendidikan Tinubu ke tim hukum Abubakar.
Dokumen tersebut termasuk salinan sertifikat dengan nama yang diedit yang dikeluarkan untuk orang lain sekitar waktu yang sama saat Tinubu lulus pada 1979.
Berkas itu juga berisi catatan penerimaan Tinubu dan surat tertanggal 27 Juni 2022 yang mengonfirmasi bahwa dia kuliah di Chicago State University dari Agusus 1977 hingga Juni 1979 jurusan akuntansi.
Surat tersebut menerangkan Tinubu mendapat gelar Sarjana Sains Administrasi Bisnis dengan predikat cumlaude pada Juni 1979.
Abubakar meminta rangkaian dokumen itu kemungkinan untuk dipakai banding di pengadilan Nigeria guna mendukung klaim yang mendukung Tinubu memalsukan sertifikat.
Tinubu sementara itu menolak dokumen yang ingin diperoleh lawannya dalam kasus yang bertujuan untuk membatalkan hasil pemilu.
"[Permintaan itu] terlalu mengganggu karena memungkinkan Pemohon (Atiku) untuk melakukan penyelidikan tanpa dasar ke dalam catatan pendidikan pribadi, rahasia, dan terlindungi milik Pihak Intervensi," kata dia, dikutip Premium Times Nigeria.
Hasil investigasi lembaga pemeriksaan fakta internasional menyimpulkan tak ada bukti Tinubu memalsukan ijazah kelulusannya.
(isa/bac)

1 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·