Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Selasa (27/10).
Dalam pertemuan itu, Pezeshkian menegaskan mereka bisa menyelesaikan masalah regional, tanpa perlu Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pezeshkian berterima kasih kepada Rusia atas dukungan politik dan ekonominya. Dia menegaskan kedua negara dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah regional tanpa AS.
"Kami dapat mengatasi semua masalah yang kami hadapi di kawasan ini dan menyelesaikan semua masalah regional tanpa Amerika Serikat," kata Pezeshkian saat bertemu Putin, di sela-sela KTT Forum Negara Pengekspor Gas (GECF).
"Tidak perlu bergantung pada bantuan AS di kawasan ini," imbuhnya, dikutip dari CGTN.
Pada pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga membahas situasi di Timur Tengah, di tengah kekhawatiran meningkatnya kemungkinan serangan AS dan Israel terhadap Iran, setelah pemilu sela (midterm elections) AS. Putin mengatakan situasi regional merupakan sumber kekhawatiran, dan menyatakan harapannya akan berkembang ke arah yang positif.
Putin juga menyoroti peningkatan hubungan ekonomi antara kedua negara, dengan mengatakan perdagangan bilateral meningkat sebesar 10,4% dalam delapan bulan pertama tahun 2026. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr di Iran terus berlanjut, tambahnya.
Selain dengan Pezeshkian, Putin juga mengadakan pembicaraan dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Moskow.
Pembahasan Pezeshkian dan Putin terjadi di tengah laporan bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang mempersiapkan kemungkinan serangan militer baru terhadap Iran setelah pemilu sela AS pada 3 November. Dengan latar belakang ini, negara-negara kawasan meningkatkan upaya perdamaian mereka.
Pejabat senior dari Iran, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan mengadakan pembicaraan keamanan empat arah di Teheran pada hari Senin kemarin. Pertemuan tersebut mempertemukan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei, Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir, dan Direktur Organisasi Intelijen Nasional Turki Ibrahim Kalin.
Keempat negara sepakat untuk melanjutkan dialog mengenai kerja sama regional, termasuk perdamaian dan keamanan. Rezaei mengatakan perundingan tersebut telah menciptakan suasana positif, dan berpendapat bahwa negara-negara di kawasan harus bekerja sama untuk mengatasi tantangan keamanan mereka tanpa campur tangan pihak luar.
(dna/bac)

44 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·