Presiden Iran Klaim Selalu Komunikasi dengan Mojtaba Setiap Hari

3 jam yang lalu 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeklaim selalu berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei setiap hari di tengah isu kematian orang nomor satu di negara tersebut dan perang yang kian intens dengan Amerika Serikat.

Pezeshkian mengatakan tingkat komunikasi dengan Motjaba juga semakin tinggi setiap harinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kini, berkat komunikasi yang lebih intens dan akses yang lebih luas kepada pemimpin kita tercinta, seluruh langkah sudah diatur berdasarkan arahan beliau," kata dia saat pidato di Hari Industri dan Pertambangan Nasional, Selasa (21/7), dikutip Al Jazeera.

Pezeshkian lalu menyebut rakyat Iran membutuhkan dukungan Mojtaba untuk bergerak.

"Kami akan terus melangkah maju dengan penuh kekuatan," imbuh dia.

Pernyataan ini muncul usai Presiden AS Donald Trump meyakini 90 persen Mojtaba sudah tewas. Sejak menjadi pemimpin tertinggi, dia memang tidak pernah tampil di publik.

Selama ini, pernyataan hanya disampaikan melalui tulisan di media sosial atau dibacakan presenter media televisi pemerintah Iran. Namun, sejumlah pejabat Iran membantah klaim Trump.

Pernyataan Pezeshkian juga muncul saat Iran saling serang dengan Amerika Serikat. Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Negeri Paman Sam menggempur pertahanan Iran di Selat Hormuz dan sejumlah infrastruktur sipil di negara Timur Tengah itu.

AS bahkan menyerang jembatan-jembatan yang menjadi jalur logistik militer dan ekonomi krusial bagi iran.

Salah satu serangan terjadi di Provinsi Hormozgan dan menghancurkan enam jembatan strategis, salah satunya menghubungkan rute Bandar Abbas ke Lar dan Rudan.

Iran tak tinggal diam, mereka meluncurkan serangan balasan ke pangkalan AS di negara-negara Arab dan menggempur armada AS di Laut Arab atau Teluk Oman.

Di kesempatan terpisah, Pezeshkian bahkan mengumumkan Iran sedang terlibat dalam "perang skala penuh." Perang itu, kata dia, bukan cuma soal rudal, tapi menyasar perekonomian dan mata pencaharian rakyat Iran.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya