Presiden Iran Curhat ke Macron: Kami Ditusuk dari Belakang Dua Kali oleh Amerika

1 jam yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mencurahkan isi hatinya kepada Presiden Prancis  Macron tentang sikap AS yang selalu berkhianat dalam negosiasi. Pezeskhian menganggap AS telah melakukan 'penusukan dari belakang' AS saat pembicaraan berlangsung. 

"Perilaku Washington telah mengalihkan jalur diplomasi ke arah ancaman, tekanan, dan sanksi, dan Teheran tidak dapat mempercayai AS," demikian menurut pernyataan dari kepresidenan Iran.

Ia menambahkan bahwa Iran telah melakukan dialog dengan AS dua kali. Pada kedua kesempatan tersebut, agresi militer AS terhadap Iran terjadi bersamaan.

"Perilaku seperti itu pada dasarnya seperti 'penusukan dari belakang'," ujar Pezeshkian dilansir Aljazirah, Rabu. 

Pezeshkian mengatakan bahwa negosiasi yang efektif yakni dengan mengakhiri perang dan jaminan bahwa tindakan permusuhan tidak akan terulang terhadap Iran.

Ia juga membantah bahwa Iran melakukan tindakan militer terhadap UEA, dengan menyatakan bahwa angkatan bersenjata Teheran secara jelas mengumumkan posisi mereka jika ada tindakan militer yang dilakukan.

Mengenai Selat Hormuz, Pezeshkian mengatakan Iran telah lama menjadi penjaga keamanan di jalur air tersebut, tetapi tindakan AS, termasuk blokade angkatan laut, telah mengganggu stabilitas.

“Setiap negosiasi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh membutuhkan pencabutan blokade angkatan laut yang diberlakukan oleh Amerika Serikat,” katanya.

Baca Artikel Selengkapnya