Prabowo Gaungkan 'Spirit of Bandung' di KTT BRICS

50 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan semangat Bandung (Spirit of Bandung) yang digaungkan pada Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 silam di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India.

Ia membawa semangat persatuan bangsa-bangsa Global South.

"Kearifan sederhana ini mencerminkan semangat yang menyatukan negara-negara Global Selatan, negara-negara dari Asia dan Afrika, beberapa dekade lalu di Bandung," ujar Prabowo mengutip keterangan Sekretariat Presiden, Sabtu (12/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengingatkan KAA saat itu mencerminkan semangat yang sejak puluhan tahun lalu menyatukan negara-negara Asia dan Afrika dalam perjuangan untuk berdiri sejajar, menentukan masa depannya sendiri.

Prabowo menyatakan Spirit of Bandung itu tetap relevan di tengah tatanan dunia saat ini.

Ia menekankan negara-negara Global South yang memiliki pengalaman sejarah dalam memperjuangkan kemerdekaan dari imperialisme dan kolonialisme kini hadir bersama sebagai bangsa-bangsa yang setara.

"Kami di Global South kini merasa suara kami didengar. Negara-negara yang baru saja meraih kemerdekaan, yang telah melawan imperialisme dan kolonialisme, kini bersatu sebagai negara yang setara," ungkap Sang Kepala Negara.

Presiden menegaskan bahwa persatuan memberikan kekuatan lebih besar bagi negara-negara Global South untuk menyuarakan kepentingannya.

Ia menyebut suara mereka dapat menjangkau lebih jauh sekaligus memperkuat kemampuan untuk menjaga dan memperjuangkan kepentingan masing-masing negara.

"Kami memahami bahwa dengan bersatu, suara kita akan lebih terdengar. Kepentingan kita dapat lebih terlindungi dan dimajukan. Pelajaran ini tetap sangat penting," tegas dia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya BRICS di kancah global hari ini.

Ia menyebut bahwa BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global.

"BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang sangat besar," ujar dia.

Prabowo menekankan kekuatan kolektif BRICS sebagai modal penting untuk memperkuat tata kelola global, menjamin ketahanan pangan dan energi, serta menciptakan peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.

Ia menyebut mobilisasi sumber daya untuk pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi dapat meningkatkan kemampuan Global South untuk membiayai masa depannya sendiri.

"Dengan memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan, kita dapat memperkuat kapasitas Global South untuk membiayai masa depannya sendiri," ujar dia.

(mnf/sfr)

Baca Artikel Selengkapnya