Politikus Republik Akui Trump Justru Persulit Peluang Partainya

2 hari yang lalu 38

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kritik terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjelang pemilu paruh waktu November 2026 kini datang dari dalam Partai Republik. Anggota DPR AS dari South Dakota, Dusty Johnson, mengakui kurangnya fokus Trump pada persoalan yang dianggap lebih dekat dengan kepentingan pemilih dapat membuat perjuangan kandidat Republik menjadi lebih sulit.

Johnson menyampaikan pandangan itu dalam wawancara dengan Jake Tapper di CNN, Kamis (24/9/2026). Politikus Republik tersebut menilai masih terlalu dini untuk menganggap peluang partainya telah berakhir, tetapi ia mengingatkan pilihan isu yang dibicarakan Trump dapat berpengaruh terhadap kampanye Partai Republik dalam sekitar 40 hari terakhir menuju pemungutan suara.

“Saya pikir banyak orang sudah menganggap peluang Partai Republik dalam pemilu November berakhir. Menurut saya, 40 hari sebelum pemilu masih terlalu dini untuk mengatakan demikian,” kata Johnson.

Namun, Johnson kemudian memberikan catatan penting. Menurut dia, peluang Republik akan lebih baik jika partainya dan Trump berbicara mengenai isu yang memiliki hubungan langsung dengan kehidupan pemilih.

Ia menyebut perbatasan, keterjangkauan biaya hidup, dan sejumlah isu sosial sebagai contoh. Sebaliknya, Johnson menilai Partai Republik menghadapi persoalan apabila perhatian politik justru tersedot ke isu lain yang tidak menjadi prioritas utama masyarakat.

“Peluang kami untuk menang jauh lebih baik jika kami berbicara tentang perbatasan, tentang langkah-langkah nyata yang telah diambil terkait keterjangkauan biaya hidup, dan tentang upaya kami membalikkan sebagian hal tidak masuk akal yang terjadi dalam perang budaya,” kata Johnson.

Peringatan Johnson kemudian menjadi lebih terang. Ia secara khusus menyebut polemik Lake Ontario, proyek Reflecting Pool, hingga perselisihan mengenai akses CNN terhadap kelompok wartawan yang meliput Gedung Putih.

“Jika sebaliknya kita berbicara tentang Lake Ontario dan Reflecting Pool, serta tentang apakah CNN seharusnya menjadi bagian dari pool, saya pikir peluang Partai Republik akan jauh lebih buruk,” ujarnya.

Johnson kemudian menggunakan istilah “message discipline” atau disiplin pesan. Menurut dia, Partai Republik sebenarnya memiliki sejumlah isu yang dapat dibawa kepada pemilih, tetapi keuntungan politik tersebut berpotensi berkurang jika perhatian beralih ke persoalan lain.

“Ketika saya berbicara tentang fokus, menurut saya Partai Republik membutuhkan disiplin pesan karena ada cerita yang bisa disampaikan, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Lake Ontario,” kata Johnson.

Pernyataan itu bukan pertama kalinya Johnson menyampaikan kritik mengenai fokus Trump. Beberapa hari sebelumnya, saat berbicara di hadapan Downtown Sioux Falls Rotary Club, South Dakota, Johnson juga mengatakan pemerintahan dapat menghadapi masalah ketika kehilangan fokus. Ia secara spesifik mengaitkannya dengan kemampuan Partai Republik menghadapi pemilu November.

Johnson mengatakan kepada forum tersebut bahwa pemerintahan Trump dapat membangun dukungan ketika berbicara mengenai perbatasan, pemotongan pajak bagi kelas menengah, serta isu sosial yang dianggapnya telah bergerak terlalu jauh. Namun, menurut dia, pembicaraan mengenai Reflecting Pool dan perubahan nama Lake Ontario menunjukkan hilangnya fokus.

Baca Artikel Selengkapnya