Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi Israel menolak tuduhan partai pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Likud, yang menyebut partai-partai Arab mencuri dan memanipulasi proses pemilu yang digelar beberapa hari lalu.
Dalam pernyataan resmi, polisi menyatakan tak ada bukti terkait tudingan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari pemilihan sudah berlalu dengan sejumlah insiden tak biasa terkait integritas pemilu," demikian pernyataan polisi pada Kamis (29/10), dikutip Jerusalem Post.
Mereka lalu berujar, "Perlu ditekankan bahwa tak ada bukti investigasi atau intelijen yang mendukung klaim tersebut."
Pernyataan itu muncul usai Likud menuduh partai Arab mencuri surat suara, melakukan penyuapan, mengintimidasi, hingga memanipulasi suara.
Likud lantas meminta pihak berwenang menggelar penyelidikan terkait tuduhan tersebut.
Terpisah, dalam unggahan di media sosialnya, Netanyahu juga menuding partai Arab "mencuri" pemilu Israel.
Dia lantas mengutip pernyataan hakim Mahkamah Agung Noam Sohlberg soal keterlibatan asing dalam kontestasi politik tahun ini.
"Pernyataan hakim Solberg soal keterlibatan pihak asing yang campur tangan dan membeli suara pemilih demi partai Arab merupakan guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Netanyahu.
"Ini adalah serangan terhadap demokrasi yang bertujuan mengarah ke pengambilalihan asing atas Knesset, meng-islamisasi Israel, dan menggulingkan pemerintahan sayap kanan agr IDF mundur," imbuh dia.
Sohlberg telah mengeluarkan surat perintah untuk badan intelijen Shin Bet agar melakukan penyelidikan segera terkait tuduhan itu.
"Kecurigaan serius telah disampaikan kepada saya mengenai pengaruh yang tak semestinya soal pemilu melalui pendanaan asing dari entitas asing yang beroperasi melawan kepentingan Israel," ujar Sohlberg.
Di unggahan lain, Netanyahu juga mengunggah foto lawan politiknya, ketua partai Arab Joint List, Ahmad Tibi.
"Kenapa Ahmad Tibi ke Qatar empat hari sebelum Pemilu?" tulis Netanyahu di X.
Tibi membantah tuduhan itu dan menyatakan dia ke Qatar karena wawancara dengan Al Jazeera.
"Satu-satunya yang menerima uang Qatar menurut polisi Israel adalah kantor Anda," kata dia di X.
Di pemilu kali ini, partai-partai Arab dianggap menjadi kunci untuk kursi perdana menteri.
Dalam perhitungan suara hingga Kamis, blok Netanyahu meraih 52 kursi, lawannya Eisenkot mengantongi 48 kursi dan partai-partai Arab 20 kursi masing-masing Joint List 12 dan Ra'am 8.
Dalam aturan konstitusi Israel, calon PM bisa membentuk pemerintahan jika menguasai 61 kursi parlemen. Namun, hingga kini belum ada blok yang mencapai angka itu.
Analis politik menilai kemitraan pesaing Netanyahu, Gadi Eisenkot dengan partai Arab memungkinkan dan jadi satu-satunya jalan yang "realistis" bagi dia meraih kursi PM.
(rds/rds)

36 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·