Polandia perkuat hubungan dengan RI lewat kompetisi desain batik

1 bulan yang lalu 24

Jakarta (ANTARA) -

Kedutaan Besar Polandia di Jakarta memperkuat hubungan dengan Indonesia melalui peluncuran kompetisi desain batik yang mengajak seniman Indonesia memadukan unsur budaya kedua negara dalam satu karya.

Keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebutkan kompetisi tersebut mengundang peserta menciptakan desain batik orisinal yang merepresentasikan hubungan positif Indonesia dan Polandia.

Karya yang diajukan diharapkan memuat simbol nasional Polandia sekaligus menggabungkannya dengan unsur khas Indonesia.

Duta Besar Polandia untuk Indonesia Barbara Szymanowska mengatakan batik merupakan bagian penting dari identitas budaya Indonesia yang dikenal luas di dunia.

"Batik bukan hanya sekadar kain—ia adalah kisah hidup tentang sejarah, identitas, dan kebanggaan Indonesia,” ujar Szymanowska.

Ia menuturkan tidak banyak yang mengetahui bahwa Polandia juga memiliki tradisi batik yang berkembang sejak 1920-an melalui lokakarya yang terinspirasi dari batik Indonesia.

Tradisi tersebut masih berlanjut hingga kini, salah satunya melalui lokakarya batik di kota Słupsk, wilayah utara Polandia.

Lokakarya tersebut sempat dikunjungi Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Juni 2025 dalam rangka kunjungan kerjanya ke Polandia.

Kedutaan Besar Polandia menyediakan hadiah utama sebesar Rp15 juta bagi pemenang kompetisi tersebut.

Selain memilih satu pemenang utama, kedutaan berencana memamerkan karya-karya terbaik hasil kompetisi.

Desain terpilih berpeluang digunakan dalam materi promosi dan cendera mata resmi kedutaan sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Pengajuan karya dibuka hingga 1 April 2026 dan kompetisi ini terbuka bagi warga negara Indonesia yang berusia minimal 18 tahun. Informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi dan akun Instagram resmi Kedutaan Besar Republik Polandia di Jakarta.

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya