PM Sanchez Angkat Suara, 44 Relawan Global Sumud dari Spanyol Dibebaskan

1 jam yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID – Israel dilaporkan akan mulai membebaskan sejumlah relawan Global Sumud Flotilla 2.0 hari ini waktu Israel. Langkah ini setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez melayangkan kecaman keras atas perlakuan terhadap para relawan itu.

Perdana Menteri Pedro Sanchez mengecam video yang menampilkan menteri Israel Itamar ben Gvir “mempermalukan” peserta armada. ia mengatakan tindakan itu keterlaluan dan tak bisa diterima.

“Kami tidak akan mentolerir siapa pun yang menganiaya warga negara kami,” kata dia dalam unggahan di X.

Dia menegaskan larangan wilayah nasional terhadap Ben-Gvir yang dia umumkan pada September. “Sekarang kami akan mendorong Brussel agar sanksi ini segera ditingkatkan ke skala Eropa,” tulisnya.

Tak lama setelah kecaman itu, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengumumkan sebanyak 44 aktivis Spanyol yang diculik Israel akan dideportasi ke Spanyol melalui Turki dalam penerbangan yang berangkat pada pukul 15.00, Kamis (21/5/2026) waktu Israel.

Pada Rabu, Albares mengutuk perilaku Israel terhadap aktivis armada tersebut, dan menyebut perlakuan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir terhadap mereka sebagai tindakan yang "mengerikan, tidak bermartabat, dan memalukan." 

Armada tersebut dicegat oleh Angkatan Laut Israel pada Selasa malam, dan 428 peserta dari lebih dari 40 negara ditahan.  Sekitar 90 aktivis yang ditahan mulai melakukan mogok makan, menurut Global Sumud Flotilla.

Pada Rabu, Ben-Gvir membagikan video dirinya melecehkan aktivis armada yang ditahan di Ashdod, yang langsung memicu kecaman baik secara internasional maupun dari pejabat Israel, dan menyebabkan beberapa negara, termasuk Spanyol, memanggil kuasa usaha Israel mereka.

Diplomat utama UE, Kaja Kallas, juga mengecam video yang menunjukkan Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir mengejek para aktivis ketika mereka dipaksa berlutut di lantai dengan tangan terikat di belakang punggung.

Kallas menggambarkan perlakuan terhadap para aktivis yang diculik sebagai tindakan yang “merendahkan dan salah” dan mengatakan bahwa tindakan Ben-Gvir “tidak pantas bagi siapa pun yang memegang jabatan di negara demokrasi”.

Beberapa negara – termasuk Italia, Perancis, Belanda, dan Kanada – telah memanggil duta besar Israel ke ibu kota mereka untuk menyatakan “kemarahan” atas perlakuan Israel terhadap aktivis armada Gaza.

Baca Artikel Selengkapnya