Pimpinannya Kembali Diancam akan Dibunuh Israel, Ini Sikap Hamas

36 menit yang lalu 2

Kepala Biro Politik Hamas Khalil al-Khayya.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Anggota biro politik Hamas, Basem Naim, menegaskan, pihaknya menyikapi serius ancaman Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz yang ingin membunuh pemimpin Hamas, Khalil al-Hayya, seperti dilansir laman Quds News Network (QNN).

Naim menilai ancaman pembunuhan tersebut sangat erat kaitannya dengan kampanye pemilu di Israel. Dalam unggahannya, ia menuding kelompok sayap kanan Israel tengah bersaing memperebutkan suara pemilih dengan cara "menyebarkan kematian di mana-mana" serta menjadikan ancaman terhadap para pemimpin perlawanan Palestina sebagai alat meraih dukungan elektoral.

Menanggapi ancaman Katz, Naim menegaskan ketabahan sikap Hamas. "Apakah Anda mengancam kami dengan sesuatu yang kami doakan siang dan malam? Syahid? Upaya Anda telah gagal," ujar Naim. Ia menegaskan bahwa Hamas akan terus berjalan di jalurnya menuju kemenangan dan pembebasan Palestina.

Laporan penemuan kuburan massal

Secara terpisah, QNN melaporkan bahwa pasukan keamanan perlawanan di Gaza mengidentifikasi keberadaan kuburan massal yang berisi sekitar 15 jenazah di markas kelompok bersenjata pimpinan Ashraf al-Mansi di Gaza utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media tersebut, laporan penemuan ini terungkap setelah interogasi terhadap istri salah satu anggota kelompok tersebut yang baru saja melarikan diri dari kamp. QNN menyebutkan bahwa wanita itu memberitahu para penyidik tentang keberadaan kuburan di belakang Sekolah Al-Shuqairi, dekat Beit Hanoun, dan mengaku melihat sekitar 15 jenazah pemuda yang berasal dari keluarga Suku Bedouin.

Laporan tersebut sejauh ini berfokus pada informasi keberadaan kuburan massal tersebut. Materi yang ada belum memuat rincian mengenai proses penggalian, pengangkatan jenazah, maupun identifikasi forensik. QNN mengaitkan laporan ini dengan nasib para pemuda Bedouin yang belum terungkap pascabentrokan antara kelompok bersenjata tersebut dengan keluarga Bedouin pada Agustus lalu.

Baca Artikel Selengkapnya