Timnas Laos.
REPUBLIKA.CO.ID, LAOS -- Seorang pemain tim nasional Laos telah ditangkap terkait dugaan pengaturan skor dalam ASEAN Championship 2026. Penangkapan dilakukan setelah federasi sepak bola negara tersebut melaporkan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan kepada pihak berwenang.
Soukphachan Lueanthala, seorang pemain sayap yang memperkuat Laos selama turnamen tersebut dan bermain untuk klub lokal Salavan United, diduga terlibat dalam mengoordinasikan operasi tersebut atas nama sindikat taruhan yang diyakini berasal dari Vietnam.
Menurut sumber yang dekat dengan tim Laos, ia ditangkap setelah beberapa anggota skuad diperiksa polisi sekembalinya dari pertandingan terakhir mereka di turnamen antarnegara Asia Tenggara itu—laga tandang melawan Myanmar pada awal Agustus.
Penangkapan ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh federasi (LFF) maupun kepolisian Laos, namun The Guardian telah memastikan bahwa pemain tersebut kini berada dalam tahanan.
Pertandingan melawan Myanmar berakhir dengan kekalahan telak 2-7, menyusul tiga kekalahan besar lainnya di fase grup: 0-5 dari Thailand, 0-4 dari Malaysia, dan 1-4 dari Filipina.
LFF mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan pada 7 Agustus bahwa mereka telah memulai penyelidikan sebelum melimpahkan kasus tersebut ke polisi.
Menurut sumber yang mengetahui dugaan tersebut dan meminta namanya dirahasiakan, Lueanthala diduga memberikan instruksi kepada anggota skuad lainnya serta bertindak sebagai penghubung antarpihak yang terlibat.
Laos, yang dilatih oleh pelatih asal Serbia Vladica Grujic, gagal menyamai pencapaian dua tahun sebelumnya—saat mereka mencetak tujuh gol dan kebobolan 11 gol dalam empat pertandingan, serta meraih hasil imbang yang mengejutkan melawan Indonesia dan Filipina, dua tim yang memiliki peringkat FIFA jauh lebih tinggi.
Kasus ini muncul dengan latar belakang skandal pengaturan skor sebelumnya yang melibatkan Laos, yang menyebabkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan larangan seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa pada 2020 setelah ia terbukti bersalah bersekongkol memanipulasi hasil pertandingan internasional melawan Hong Kong pada tahun 2017.

55 menit yang lalu
3




English (US) ·
Indonesian (ID) ·