REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah perusahaan asal Israel yang bergerak di industri periklanan digital global memfasilitasi serangan spyware canggih terhadap para jurnalis dan memungkinkan pelacakan terhadap jutaan pengguna internet. Ini terungkap dalam investigasi besar yang dirilis oleh lembaga pemantau keamanan siber asal Kanada, Citizen Lab.
Investigasi tersebut mengidentifikasi Discover-Tech, sebuah perusahaan teknologi periklanan Israel, sebagai penghubung utama antara jaringan iklan komersial dan perusahaan pengawasan swasta. Termasuk di antaranya produsen spyware asal Israel, Candiru, yang kini beroperasi dengan nama Integrity Labs.
Citizen Lab melaporkan bahwa “perangkat di jaringan berita internasional Al-Jazeera telah terinfeksi spyware tentara bayaran (mercenary spyware) dari Candiru” melalui iklan daring yang ditargetkan.
Para peneliti mengategorikan operasi ini sebagai konfirmasi teknis terdokumentasi pertama secara publik mengenai spyware yang dikirimkan melalui iklan daring tanpa mengharuskan pengguna mengklik apa pun.
Mereka menamakan teknik tersebut ‘AdFection’. Berdasarkan hasil investigasi, Discover-Tech mengoperasikan platform bernama Controlium yang memungkinkan perusahaan pengawas mengidentifikasi individu, mengumpulkan informasi tentang perangkat mereka, dan mengirimkan kode berbahaya melalui iklan.
Citizen Lab menggambarkan perusahaan tersebut sebagai “jembatan antara vendor iklan dan ekosistem spyware tentara bayaran.”
Para peneliti menyimpulkan bahwa Discover-Tech, meskipun menampilkan diri sebagai bisnis periklanan yang sah, tampak memfasilitasi operasi pengawasan dan spyware berskala besar.

1 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·