Pertemuan Negara Arab Bahas Selat Hormuz Ditunda: Bahrain Menolak Hadir, Arab Saudi Ajukan Amendemen

40 menit yang lalu 1

Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, dekat Selat Hormuz.

REPUBLIKA.CO.ID, MUSCAT -- Oman mengumumkan penundaan pertemuan regional yang dijadwalkan Senin (14/9/2026) di Salalah untuk membahas pengaturan rute maritim baru melalui Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri Oman, Ahad (13/9/2026) malam mengatakan pertemuan itu ditunda hingga waktu yang belum ditentukan “untuk membantu menciptakan kondisi yang tepat bagi dialog konstruktif.”

“Demi kepentingan konsensus, pertemuan regional yang dijadwalkan besok di Salalah ditunda,” tulis Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi di platform media sosial X.

“Kami tetap berkomitmen mendorong dialog yang mendukung stabilitas dan kerja sama jangka panjang di kawasan kami,” tambahnya.

Albusaidi menyertakan bendera Bahrain, Iran, Irak, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait dalam unggahannya, yang menunjukkan negara-negara yang diperkirakan menghadiri pertemuan tersebut. Dia tidak mengumumkan tanggal baru pertemuan maupun menjelaskan lebih lanjut alasan penundaan.

Penundaan itu terjadi sehari setelah Bahrain menolak berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri regional yang diusulkan dan melibatkan Iran. Kementerian Luar Negeri Bahrain pada Sabtu (12/9/2026) mengatakan, Manama tidak akan mengikuti pertemuan tingkat menteri bersama Iran sebelum hubungan diplomatik kedua negara dipulihkan.

Bahrain merupakan salah satu negara Teluk yang menjadi sasaran Iran dalam konfrontasi Iran dengan Amerika Serikat. Teheran sebelumnya menargetkan lokasi yang disebutnya terkait dengan pasukan AS di Bahrain, termasuk Pangkalan Udara Isa, sebagai pembalasan atas serangan AS terhadap sasaran Iran.

Menurut laporan Axios, Arab Saudi mengajukan amendemen terhadap proposal kesepakatan Iran-Oman terkait Selat Hormuz. Riyadh dilaporkan khawatir redaksional dalam kesepakatan itu bisa mengesahkan suatu status quo baru di Selat Hormuz yang tidak bisa diterima negara GCC.

sumber : Antara, Anadolu

Baca Artikel Selengkapnya