Permata Bank catat laba bersih tumbuh 4,5 persen pada semester I-2026

2 jam yang lalu 7
Kinerja semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah....

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Permata Tbk (kode saham: BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun pada semester I-2026, tumbuh 4,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,65 triliun.

“Kinerja semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat,” kata Direktur Utama Permata Bank Meliza M Rusli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,3 persen (yoy) menjadi Rp171,2 triliun pada semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kredit segmen korporasi sebesar 9,7 persen (yoy) menjadi Rp106,4 triliun, serta segmen komersial yang tumbuh 5,7 persen (yoy) menjadi Rp21,9 triliun.

Dari segmen konsumer, perseroan berkomitmen untuk mendukung pembiayaan inklusif dan berdampak sosial yang tercermin melalui penyaluran pembiayaan UKM sebesar Rp7 triliun, meningkat 11,8 persen (yoy).

Sementara itu, dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp189,3 triliun per akhir Juni 2026 atau menurun 1,9 persen (yoy). Penghimpunan dana murah (current account saving account/CASA) menurun sebesar 11 persen (yoy) menjadi Rp109,62 triliun dengan rasio CASA sebesar 57,9 persen.

Perseroan menyatakan bahwa pihaknya tetap berfokus pada pertumbuhan DPK yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya CASA, melalui penguatan transaksi nasabah, optimalisasi layanan digital di seluruh kanal perbankan, serta pendalaman hubungan dengan nasabah di segmen konsumer, komersial, maupun korporasi.

Adapun kualitas aset perseroan tetap terjaga baik, dengan rasio NPL gross dan loan at risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1 persen dan 5,9 persen, relatif stabil dibandingkan semester I tahun 2025 yang masing-masing tercatat sebesar 2,1 persen dan 7,0 persen.

Perseroan juga mempertahankan NPL coverage dan rasio LAR coverage yang prudent, masing-masing di level 367,5 persen dan 128,8 persen, sebagai langkah konservatif dalam menjaga kecukupan pencadangan terhadap potensi risiko kredit.

Rasio loan to deposit (LDR) berada pada level yang optimal yakni sebesar 90,3 persen per akhir Juni 2026, dengan tren yang meningkat dibandingkan akhir semester I tahun 2025 yang berada di level 85,6 persen.

Likuiditas Permata Bank juga tetap terjaga, tercermin dari pemenuhan rasio likuiditas sesuai ketentuan Basel III yang konsisten berada jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100 persen.

Hingga akhir Juni 2026, liquidity coverage ratio (LCR) secara rata-rata triwulanan tercatat pada level 333,4 persen, sementara net stable funding ratio (NSFR) pada level 124,0 persen.

Permata Bank mempertahankan struktur permodalan yang kuat hingga semester I tahun 2026, tercermin dari rasio CAR dan CET-1 yang masing-masing berada pada level 33,0 persen dan 24,7 persen.

Perseroan mencatat bahwa pencapaian tersebut menempatkan rasio permodalan Permata Bank sebagai salah satu yang terkuat di antara bank-bank komersial besar di Indonesia.

Fondasi permodalan yang solid ini memberikan ruang yang kuat bagi Permata Bank untuk terus mengakselerasi strategi pertumbuhan, baik melalui ekspansi bisnis secara organik maupun peluang anorganik, sekaligus memperkuat ketahanan perseroan dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang terus berkembang.

Baca juga: Permata Bank: Indonesia masih jadi magnet investasi Thailand

Baca juga: Bank Permata dorong mahasiswa perkuat ekonomi hijau dan teknologi

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya