Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XII dan Seminar Nasional di Jakarta, Senin, untuk merumuskan arah penguatan industri BPR-BPRS dalam mendukung pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Umum Perbarindo Tedy Alamsyah mengatakan Munas yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026 di Jakarta itu menjadi forum untuk mengevaluasi kepengurusan, menyusun program kerja, serta menentukan kepemimpinan organisasi periode berikutnya.
"Jadi bagian dari program kerja itu yang menjadi amanat nanti Munas bagi keberlanjutan adalah perjuangan industri BPR-BPRS," kata Tedy seusai pembukaan Seminar Nasional dan Munas XII Perbarindo di Jakarta, Senin.
Tedy menjelaskan terdapat empat agenda utama Munas, yakni pembahasan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022–2026, penyusunan program kerja, serta pemilihan ketua umum dan pengurus periode 2026–2030.
Menurut dia, penyusunan program kerja tidak hanya mencakup kebutuhan internal organisasi, tetapi juga penguatan kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan pemangku kepentingan lainnya.
Kerja sama tersebut diperlukan untuk meningkatkan kemampuan BPR-BPRS dalam menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan pembiayaan, khususnya kepada pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai daerah.
Tedy menilai penguatan industri membutuhkan peningkatan permodalan, tata kelola, kompetensi sumber daya manusia, serta infrastruktur digital yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing bank.
Selain itu, Perbarindo mengharapkan regulasi yang lebih fleksibel dengan tetap memperhatikan karakteristik BPR-BPRS sebagai lembaga keuangan yang berfokus melayani masyarakat dan pelaku usaha mikro dan kecil.
Menurut Tedy, pendekatan pengaturan terhadap BPR-BPRS perlu mempertimbangkan perbedaan karakteristik usaha dan nasabah dibandingkan dengan bank umum.
Ia menjelaskan banyak usaha mikro dijalankan langsung oleh pemiliknya, sementara keuangan usaha dan rumah tangga masih kerap bercampur sehingga memerlukan pendekatan pembiayaan yang sesuai dengan kondisi pelaku usaha.
"Kemudian tentunya, usaha mikro kecil sangat rentan terhadap kondisi ekonomi keluarga, ekonomi regional, bahkan gangguan kecil dapat berpengaruh pada kemampuan mereka untuk membayar kembali pinjaman," ujarnya.
Prosesi pembukaan Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) XII Perbarindo di Jakarta, Senin (19/10/2026). (ANTARA/Aria Ananda)Tedy mengatakan upaya penguatan BPR-BPRS juga perlu memperhatikan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan layanan keuangan agar industri tetap mampu bersaing serta mempertahankan kedekatannya dengan masyarakat.
Dari sisi kinerja, Perbarindo mencatat aset BPR tumbuh sebesar 4,25 persen secara tahunan hingga Juli 2026, sedangkan aset Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) tumbuh lebih tinggi sebesar 12 persen.
Pada periode yang sama, kredit BPR tumbuh sebesar 3,12 persen secara tahunan, sementara pembiayaan BPRS meningkat sebesar 6,23 persen.
Dari sisi penghimpunan dana, tabungan BPR tumbuh sebesar 4,21 persen dan tabungan BPRS sebesar 10,27 persen. Adapun deposito BPR meningkat sebesar 2,14 persen, sedangkan deposito BPRS tumbuh sebesar 4,58 persen.
"Data ini memperlihatkan bahwa kepercayaan masyarakat tetap menjadi modal penting bagi keberlangsungan pengembangan industri BPR-BPRS," ucap Tedy.
Menurut dia, pertumbuhan tersebut menunjukkan BPR-BPRS masih memiliki ruang untuk memperluas layanan pembiayaan UMKM, meskipun penguatan kapasitas kelembagaan dan penyesuaian terhadap perkembangan industri keuangan tetap diperlukan.
Sementara itu, Ketua Panitia Munas XII Perbarindo Henry Palthy mengatakan kegiatan tersebut diikuti 498 peserta dari 24 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perbarindo di seluruh Indonesia, termasuk 105 peserta dari DPD DKI Jaya dan Sekitarnya.
Ia berharap Munas tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga menghasilkan keputusan strategis untuk memperkuat peran industri dalam mendukung perekonomian nasional.
"Melalui Munas ke-12 Perbarindo, kita berharap dapat menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi dan penguatan peran BPR-BPRS dalam mendukung UMKM serta perekonomian nasional," ujar Henry.
Munas XII Perbarindo mengusung tema "Akselerasi Peran dan Fungsi Industri BPR-BPRS sebagai Mitra Strategis UMKM untuk Meningkatkan Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional".
Baca juga: Perbarindo nilai data lokal dapat perkuat penilaian kredit BPR
Baca juga: BPR dan BPRS komitmen melindungi data nasabah cegah ancaman siber
Baca juga: Perbarindo perkirakan kredit BPR tumbuh sekitar 3 persen akhir 2026
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·