Ilustrasi rudal hipersonik, senjata yang sulit dicegat Amerika dan sekutunya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Sistem pertahanan rudal Amerika Serikat dinilai menghadapi tantangan serius seiring munculnya ancaman senjata generasi baru. Ajudan Pentagon, Mark Berkowitz, memperingatkan bahwa efektivitas sistem yang selama ini menjadi tulang punggung pertahanan AS mulai mengalami penurunan.
“Sistem pertahanan rudal kita terbatas, dan efektivitasnya menurun seiring munculnya ancaman-ancaman canggih,” kata Berkowitz dalam sidang di hadapan komite terkait di Senat, sebagaimana diberitakan Ria Novosti pada Selasa (28/6/2026).
Ia menjelaskan, sistem yang ada saat ini hanya mampu memberikan perlindungan terbatas terhadap ancaman seperti senjata hipersonik, rudal jelajah canggih, serta serangan rudal balistik dalam skala besar. Perkembangan teknologi militer global dinilai telah melampaui kemampuan sejumlah sistem pertahanan yang dirancang pada era sebelumnya.
Dalam konteks tersebut, Berkowitz menilai pentingnya pengembangan sistem baru yang lebih komprehensif, termasuk konsep “Kubah Emas” yang pernah dijanjikan oleh Presiden AS Donald Trump. Sistem ini dirancang mencakup pertahanan berbasis darat, laut, hingga ruang angkasa, dan ditargetkan dapat beroperasi sebelum akhir masa jabatan keduanya.
Namun, rencana tersebut memicu kekhawatiran dari Rusia. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai proyek tersebut berpotensi mengganggu stabilitas strategis global, karena dapat memicu perlombaan senjata baru di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.
Selama ini, Amerika Serikat mengandalkan sistem pertahanan rudal berlapis untuk menghadapi berbagai jenis ancaman. Sistem ini bekerja dalam beberapa fase, mulai dari deteksi awal peluncuran hingga pencegatan di luar atmosfer dan menjelang target.
Salah satu komponen utamanya adalah Ground-Based Midcourse Defense (GMD), yang dirancang untuk melindungi wilayah AS dari rudal balistik antarbenua. Sistem ini beroperasi pada fase tengah penerbangan rudal, ketika objek berada di luar atmosfer, dengan interceptor yang ditempatkan di Alaska dan California.

3 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·