REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT — Pemukim Israel terus mengepung sejumlah rumah warga Palestina di Kota Qusra, selatan Nablus, Tepi Barat, selama sembilan hari berturut-turut. Aksi tersebut berlangsung di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel dan diduga bertujuan mengambil alih rumah serta tanah milik warga dan menciptakan fakta baru di lapangan.
Dilansir kantor berita WAFA, pemukim mengepung rumah milik tiga keluarga di kawasan Ras al-Ain, Qusra. Di lokasi tersebut, pasukan Israel juga dikerahkan untuk melindungi para pemukim. Warga dilaporkan dilarang mendatangi rumah mereka, sementara sebuah tenda didirikan di sekitar kawasan tersebut dengan pengawalan tentara Israel.
Sumber-sumber lokal mengatakan, upaya pemukim untuk memasuki dan mengambil alih rumah-rumah tersebut telah berlangsung hampir empat bulan. Kondisi itu membuat anggota keluarga yang terdampak harus berjaga secara bergantian selama 24 jam untuk mempertahankan rumah mereka.
Para pemukim juga berulang kali memutus aliran listrik ke rumah warga, melempari bangunan dengan batu, serta melakukan pengepungan pada sejumlah kesempatan.
Wali Kota Qusra Abdul Azim Wadi menegaskan warga yang rumahnya dikepung tetap bertahan dan bertekad untuk tidak meninggalkan kawasan Gunung Ras al-Ain. Ia mengatakan, keteguhan tersebut juga mencerminkan sikap warga Qasra secara umum dalam menghadapi rencana perluasan permukiman Israel.
Wadi mengatakan, pemerintah kota berupaya memulihkan berbagai layanan dasar ke rumah-rumah yang dikepung. Namun, serangan dan gangguan yang dilakukan para pemukim membuat upaya tersebut sulit dilakukan.
Menurut dia, pemerintah kota tetap memberikan layanan kebutuhan pokok secara gratis kepada warga yang rumahnya dikepung. Pemerintah kota juga akan mengalokasikan anggaran untuk mendukung mereka.
"Ini merupakan kewajiban nasional," kata Wadi, seraya menekankan pentingnya memperkuat dukungan pemerintah pusat dan kerja sama dengan Qasra di berbagai sektor penting.
Pada Ahad (16/8/2026) malam, pasukan pendudukan Israel menutup sejumlah jalan yang mengarah ke kawasan Ras al-Ain. Sumber lokal menyebut sebuah buldoser Israel menutup akses jalan dengan gundukan tanah untuk mencegah warga mencapai kawasan tersebut.
Pada Kamis (13/8/2026) pagi, pasukan Israel juga memaksa penghuni dua rumah untuk meninggalkan kediaman mereka. Sebanyak 16 rumah di Qusra kemudian diubah menjadi barak militer.

51 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·