Pengamat sebut IHSG tertekan kombinasi sentimen global dan domestik

7 jam yang lalu 3
Pelemahan IHSG hari ini masih dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik....

Jakarta (ANTARA) - Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama mengatakan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dipengaruhi oleh kombinasi sentimen dari tingkat global dan domestik.

IHSG tercatat melemah 130,52 poin atau 2,20 persen ke posisi 5.812,50 pada perdagangan pukul 14.00 WIB di BEI pada Kamis hari ini.

“Pelemahan IHSG hari ini masih dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik, terutama tekanan terhadap rupiah, kenaikan yield US Treasury, serta potensi capital outflow (arus dana keluar) dari investor asing,” ujar Elandry saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Seiring berbagai kombinasi sentimen tersebut, Elandry menyebut telah menekan risk appetite (selera risiko) investor global terhadap aset-aset berisiko, termasuk instrumen saham.

Hal tersebut tercermin dari investor asing (foreign investor) yang mencatatkan aksi jual (net sell) sebesar Rp182,94 miliar hingga penutupan perdagangan sesi I pada Kamis hari ini.

“Untuk memastikan pemicu utamanya, perlu dilihat pergerakan net sell asing dan saham-saham big caps yang paling membebani indeks,” ujar Elandry.

Terkait rekomendasi bagi investor, Elandry melihat saham-saham big caps banks (bank berkapitalisasi pasar besar) masih menarik masuk radar untuk dikoleksi, terutama saat mengalami koreksi yang menjadikan valuasinya lebih atraktif.

Namun demikian, ia mengingatkan investor untuk tetap selektif dan tidak terburu-buru melakukan akumulasi sebelum tekanan jual mereda dan volatilitas pasar lebih stabil.

“Namun, investor sebaiknya tetap selektif dan tidak terburu-buru melakukan akumulasi sebelum tekanan jual mereda dan volatilitas pasar lebih stabil,” ujar Elandry.

Data perdagangan pukul 14.00 WIB di BEI pada Kamis hari ini, IHSG tercatat melemah 130,52 poin atau 2,20 persen ke posisi 5.812,50, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,80 poin atau 1,82 persen ke posisi 583,79.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,41 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,02 miliar lembar saham senilai Rp8,81 triliun. Sebanyak 77 saham naik, 649 saham menurun, dan 237 tidak bergerak nilainya.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah, yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 3,77 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 3,15 persen dan 3,18 persen.

Baca juga: IHSG Kamis dibuka melemah 25,89 poin ke posisi 5.917

Baca juga: IHSG melemah ikuti bursa Asia dipicu inflasi AS lebih dari ekspektasi

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya