Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak melemah imbas investor bersikap risk off (mengurangi eskposur ke aset berisiko) dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik.
Selain itu, lanjutnya, tekanan dari capital outflow (arus keluar dana asing) dan kekhawatiran terhadap prospek pasar modal Indonesia telah memperbesar tekanan jual di pasar saham domestik.
“Pergerakan ini juga dipengaruhi oleh kondisi likuiditas dan aksi profit taking di saham-saham berkapitalisasi besar,” ujar Elandry saat dihubungi oleh ANTARA di Jakarta, Kamis.
Elandry mengatakan investor global saat ini cenderung lebih selektif dan berhati-hati dalam menentukan alokasi dananya, terutama ke emerging markets.
Sementara itu, ia menyebut investor domestik berpotensi mengambil sikap wait and see sembari mencermati stabilitas IHSG dan perkembangan sentimen pasar saham domestik.
“Namun, respons investor tidak seragam, sebagian tetap melihat peluang akumulasi pada saham dengan fundamental dan valuasi yang menarik” ujar Elandry.
Terkait dengan sektor yang membebani indeks, Elandry menyebut tekanan umumnya sangat dipengaruhi oleh saham sektor keuangan, khususnya saham perbankan berkapitalisasi besar, serta sektor energi, infrastruktur, serta saham-saham konglomerasi yang mengalami tekanan jual.
“Untuk memastikan sektor yang paling membebani pada perdagangan hari ini, perlu melihat kontribusi penurunan masing-masing saham terhadap indeks, bukan hanya besarnya koreksi harga secara persentase,” ujar Elandry
Dalam jangka pendek hingga menengah, Elandry memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak volatil dan sensitif terhadap perkembangan sentimen global, arus dana asing, serta kebijakan regulator.
Menurutnya, pemulihan yang lebih berkelanjutan membutuhkan stabilisasi capital flow (arus modal), perbaikan kepercayaan investor, serta dukungan fundamental emiten.
“Investor sebaiknya tetap disiplin mengelola risiko, tidak terburu-buru melakukan average down, serta mencermati saham dengan fundamental kuat dan valuasi yang sudah lebih rasional,” ujar Elandry.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 14.25 WIB pada Kamis (29/10) hari ini, IHSG bergerak melemah 151,13 poin atau 2,86 persen ke posisi 5.131,18. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 17,83 poin atau 3,31 persen ke posisi 521,64.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 962 ribu kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,22 miliar lembar saham senilai Rp7,10 triliun. Sebanyak 94 saham naik 648 saham menurun, dan 221 tidak bergerak nilainya.
Baca juga: IHSG diprediksi mendatar di tengah pasar cermati arah moneter global
Baca juga: Perdana, RUPSLB BEI setujui bagikan dividen Rp1,56 triliun
Baca juga: Investor perlu selektif pilih saham bank imbas tekanan asing
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·