Penerimaan kepabeanan dan cukai Rp240,1 triliun hingga September 2026

1 jam yang lalu 5
Kepabeanan dan cukai tahun ini juga cukup sehat

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara melaporkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga September 2026 mencapai Rp240,1 triliun, tumbuh 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Capaian tersebut setara dengan 71,5 persen dari target penerimaan kepabeanan dan cukai dalam APBN 2026 yang ditetapkan Rp336 triliun.

“Kepabeanan dan cukai tahun ini juga cukup sehat. Tahun lalu sebenarnya juga cukup sehat. Kalau lihat, tahun lalu telah terkumpul Rp221,3 triliun, tahun ini terkumpul Rp240,1 triliun,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, pertumbuhan penerimaan kepabeanan dan cukai didukung peningkatan pada seluruh jenis penerimaan.

Secara rinci, penerimaan cukai tercatat sebesar Rp167,7 triliun, tumbuh 2,7 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh penegakan hukum yang konsisten memberantas penyelundupan barang ilegal, serta peningkatan produksi rokok.

Sementara itu, penerimaan bea masuk mencapai Rp41,6 triliun, meningkat 13,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan volume dan nilai impor.

Adapun penerimaan bea keluar tercatat sebesar Rp30,9 triliun, tumbuh 44,5 persen secara tahunan.

Kenaikan tersebut didorong oleh penguatan harga serta peningkatan volume ekspor minyak kelapa sawit (CPO).

"Tahun ini (kepabeanan dan cukai) tumbuh 8,5 persen. Ini adalah pertumbuhan yang sehat di kepabeanan dan cukai," ujar Suahasil.

Adapun secara keseluruhan, pendapatan negara terealisasi sebesar Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen terhadap target APBN. Realisasi ini mengalami pertumbuhan sebesar 25,5 persen (yoy).

Baca juga: Menkeu Suahasil minta Ditjen Bea Cukai tingkatkan kualitas pengawasan

Baca juga: Menkeu: Penerimaan bea cukai capai Rp240,28 triliun per September

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya