Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi Prancis menangkap seorang siswa berusia 14 tahun yang diduga menembak kepala sekolah dan seorang guru di Sekolah Menengah Joseph-Lakanal, Aubagne, Prancis selatan, Senin (12/10). Pelaku diduga membawa senapan berburu yang disembunyikan di dalam kotak gitar.
Penembakan itu membuat para siswa berlarian mencari perlindungan. Kepala sekolah dan guru yang menjadi korban mengalami luka tembak di bagian kaki, tetapi kondisi keduanya tidak kritis.
Jaksa Penuntut Umum, Marseille Nicolas Bessone, mengatakan pelaku melepaskan beberapa tembakan di dua lantai sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku awalnya menembakkan satu atau dua peluru di lantai pertama, lalu naik ke lantai dua dan kembali melepaskan dua tembakan. Seorang staf sekolah kemudian melucuti senjata pelaku sebelum polisi tiba dan menangkapnya.
Wali Kota Aubagne, Jean-Pierre Squillari, menyampaikan informasi tersebut kepada wartawan.
Polisi mengatakan seorang korban ketiga juga terkena tembakan di kota yang terletak dekat Marseille tersebut. Para korban terkena amunisi dari senapan berburu laras ganda kaliber 12.
Seorang siswa mengatakan kepada Reuters bahwa guru matematikanya sempat mengira suara tembakan pertama berasal dari aktivitas konstruksi di sekitar sekolah. Namun, suara tembakan berikutnya diikuti bunyi alarm yang membuat para siswa berhamburan ke koridor untuk menyelamatkan diri.
"Kami panik; kami berlari," kata siswa tersebut, seperti dilaporkan Al-Jazeera.
Ia mengatakan para siswa memiliki dua jalur untuk menyelamatkan diri, yakni menuju aula olahraga atau keluar dari gedung sekolah.
"Naluri bertahan hidup mengambil alih, dan saya berlari ke arah luar," tambahnya.
Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, mengutuk penembakan tersebut melalui unggahan di media sosial X. Ia menilai insiden itu menjadi bukti meningkatnya kekerasan di masyarakat yang harus dihadapi bersama.
"Tindakan yang tidak dapat diterima ini merupakan bukti lebih lanjut dari meningkatnya kekerasan yang tak terkendali di masyarakat kita, yang harus kita lawan bersama," tulis Geffray.
Kantor Perdana Menteri Prancis menyatakan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan sedang menuju lokasi kejadian untuk meninjau situasi.
Penembakan yang melibatkan siswa di sekolah tergolong jarang terjadi di Prancis.
Pada 2017, seorang siswa berusia 16 tahun yang membawa senapan, pistol, dan granat kecil melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah di Prancis selatan. Insiden tersebut melukai tiga siswa dan kepala sekolah.
Sementara itu, belum ada informasi yang menunjukkan bahwa penembakan di Aubagne berkaitan dengan gelombang protes siswa sekolah menengah yang menuntut peningkatan sumber daya pendidikan. Protes tersebut telah berlangsung di Prancis selama beberapa pekan terakhir.
(mge/dna)

57 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·