Pemukim Israel Bikin Ulah Bakar Masjid dan Pohon Zaitun di Tepi Barat

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemukim Israel membakar sebuah masjid, pohon zaitun, dan kendaraan di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (14/10). Aksi tersebut terjadi saat pasukan Israel terus melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah Palestina.

Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan para pemukim memulai pembakaran saat menyerbu desa Mikhmas pada Rabu (14/10) dini hari. Mereka juga mencoretkan slogan-slogan rasis di dinding masjid, bangunan lain, dan rumah-rumah warga Palestina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekerasan yang dilakukan para pemukim Israel di wilayah Palestina yang diduduki terus meningkat sejak Israel melancarkan perang di Jalur Gaza tiga tahun lalu.

Human Rights Watch dan Amnesty International menuduh pemerintah Israel memfasilitasi kekerasan para pemukim. Menurut kedua organisasi tersebut, kekerasan itu menjadi bagian dari upaya memperluas kendali Israel atas tanah Palestina.

Di wilayah lain di Tepi Barat, para pemukim menyerang seorang anak laki-laki Palestina di kota Beita, sebelah selatan Nablus, pada Rabu (14/10).

Sementara itu, pasukan Israel menangkap tiga warga Palestina setelah menggerebek kota Qalqilya, lapor Al Jazeera. Pasukan Israel juga menggerebek desa Tammun dan menembakkan gas air mata, menurut kantor berita Palestina, Quds News Network.

Serangan tersebut terjadi saat musim panen zaitun berlangsung di berbagai wilayah Tepi Barat. Para pemukim Israel dilaporkan meningkatkan mobilisasi untuk mengintimidasi dan menghalangi petani Palestina yang tengah memanen zaitun.

Panen zaitun menjadi sumber pendapatan penting bagi banyak keluarga Palestina.

Menurut Amnesty International, sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki. Hukum internasional menyatakan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki sebagai tindakan ilegal.

(mge/dna)

Baca Artikel Selengkapnya