Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, menggelar pasar murah di 30 kecamatan sebagai salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu pengendalian laju inflasi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nuruddin mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Ini dalam rangka pengendalian inflasi, pengendalian ketersediaan dan keterjangkauan harga barang pokok masyarakat,” kata Ronny di Bandung, Rabu.
Ronny menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap selama 10 hari, mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026 dengan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Dalam pelaksanaannya, Disdagin Kota Bandung berkolaborasi dengan kewilayahan, Perum Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta sejumlah distributor untuk menyediakan berbagai komoditas pangan bagi masyarakat.
Baca juga: Perjalanan wisnus Jabar tembus 130 juta dominasi Bodebek-Bandung Raya
Baca juga: Pemkab Bandung siapkan pembebasan PBB bagi pemilik sawah LP2B
Sejumlah kebutuhan pokok yang tersedia antara lain beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, bawang bombai dan sayuran.
Menurut dia, beras dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diminati masyarakat selama pelaksanaan pasar murah tersebut.
“Dari Bulog, masyarakat kelihatan antusias kepada beras dan minyak. Yang lain seperti telur, daging ayam dan daging sapi juga kita sediakan,” ujarnya.
Adapun sejumlah komoditas yang dijual dalam pasar murah ini yakni beras SPHP Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, MinyaKita Rp15.500 per liter, serta sayuran dengan harga serba Rp5.000.
Selain itu, daging ayam ras dijual Rp38.000 per ekor dengan berat sekitar 0,8-0,9 kilogram, bawang merah Rp15.000 per 0,5 kilogram, bawang putih Rp15.000 per 0,5 kilogram, dan bawang bombai Rp15.000 per 0,5 kilogram.
Sementara itu, daging sapi dijual Rp144.000 per kilogram atau Rp72.000 per 0,5 kilogram.
Baca juga: Bandung perkuat 547 daerah irigasi guna dukung produktivitas pertanian
Baca juga: Pemkab Bandung bidik 24.200 hektare sawah jadi LP2B guna lindungi tani
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·