Pemerintah siapkan 6 sektor prioritas untuk pacu ekonomi

48 menit yang lalu 1
Seluruh enam sektor ini adalah sektor yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Artinya apa? Permintaan domestiknya tidak akan pernah kurang.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyiapkan enam sektor prioritas untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, serta energi terbarukan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan sektor-sektor tersebut dipilih, karena memiliki potensi permintaan domestik yang kuat dan diperkirakan terus tumbuh sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

“Seluruh enam sektor ini adalah sektor yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Artinya apa? Permintaan domestiknya tidak akan pernah kurang,” kata Suahasil dalam kegiatan ANTARA Business Forum (ABF), di Jakarta, Rabu.

Menurut Menkeu, kebutuhan terhadap infrastruktur digital, produk hasil hilirisasi sumber daya alam, energi baru, hingga ketahanan pangan dan energi akan terus berkembang. Kondisi tersebut menjadi salah satu landasan pemerintah dalam menetapkan sektor-sektor yang diprioritaskan untuk mendorong perekonomian.

Namun, Suahasil menekankan pengembangan sektor prioritas perlu ditopang sejumlah faktor pendukung atau enabler. Salah satunya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas.

Selain itu, pemerintah perlu memperkuat infrastruktur dasar dan konektivitas, membangun institusi yang efektif, serta memastikan kepastian regulasi bagi pelaku ekonomi.

Stabilitas makroekonomi, akses pembiayaan, sektor keuangan yang kompetitif, serta stabilitas politik dan keamanan, juga dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sektor-sektor tersebut.

Suahasil kemudian membandingkan aspirasi pertumbuhan Indonesia dengan pengalaman Korea Selatan sebelum menjadi negara maju.

Menurut dia, pada periode tersebut pertumbuhan sektor manufaktur dan investasi Korea mampu berada di atas 10 persen, sementara pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai lebih dari 8 persen.

Pengalaman itu, kata Suahasil, menjadi salah satu gambaran mengenai tingkat pertumbuhan yang ingin dikejar Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya serta memperkuat sektor-sektor prioritas.

“Ini aspirasi kita. Kita harus berjuang mencapai titik tersebut menggunakan sumber daya kita, sektor-sektor tadi, menggunakan enablers, modal manusia, hingga produktivitas,” ujar dia pula.

Baca juga: BP BUMN: Hilirisasi SDA hingga UMKM jadi sektor prioritas Himbara

Baca juga: Dudung: Koordinasi lintas sektor kunci penyelesaian program prioritas

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya