Pemerintah: PPh royalti 1,5 persen untuk dukung produktivitas penulis

4 hari yang lalu 25
Kebijakan ini merupakan bagian dari paket stimulus yang disiapkan pemerintah untuk semester 2 tahun 2026

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menegaskan kebijakan pajak penghasilan (PPh) final atas royalti sebesar 1,5 persen merupakan upaya untuk mendorong produktivitas penulis Indonesia sekaligus memperkuat sektor kreatif berbasis pengetahuan.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limasento mengatakan kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah agar para penulis dapat terus menghasilkan karya secara produktif dan berkelanjutan di tengah tantangan industri kreatif saat ini.

"Hampir setiap gagasan besar berawal dari sebuah tulisan. Karena itu, melalui kebijakan PPh final atas royalti sebesar 1,5 persen, pemerintah berupaya mendukung para penulis Indonesia untuk terus berkarya, guna memperkuat ekosistem literasi nasional sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Haryo dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, insentif perpajakan tersebut merupakan bagian dari paket stimulus yang disiapkan pemerintah untuk Semester II 2026.

Kebijakan itu diharapkan memberikan ruang yang lebih luas bagi para penulis dan pekerja kreatif di bidang literasi untuk mengembangkan karya mereka.

Haryo menuturkan pemerintah menargetkan insentif tersebut dapat mendorong lahirnya lebih banyak karya anak bangsa yang berkualitas sekaligus memperbesar kontribusi sektor ekonomi kreatif berbasis pengetahuan terhadap pembangunan nasional.

"Kebijakan ini merupakan bagian dari paket stimulus yang disiapkan pemerintah untuk semester 2 tahun 2026. Insentif tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak karya anak bangsa yang berkualitas, dan memperluas kontribusi sektor kreatif berbasis pengetahuan bagi pembangunan Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Haryo menyatakan bahwa pemerintah memandang dukungan terhadap dunia literasi dan kesejahteraan penulis tidak hanya berkaitan dengan kebijakan ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari industri penerbitan, komunitas penulis, hingga masyarakat luas, untuk mengawal implementasi kebijakan tersebut agar berjalan secara akuntabel dan tepat sasaran.

Haryo menegaskan bahwa penguatan literasi melalui dukungan terhadap penulis merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa.

"Dukungan terhadap dunia literasi adalah investasi bagi masa depan bangsa," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah sepakati turunkan PPh royalti penulis dari jadi 1,5 persen

Baca juga: Pemerintah himpun masukan perihal aturan PPh atas royalti bagi penulis

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya