Pembiayaan emas di Bank Muamalat tembus Rp1,9 triliun

50 menit yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat produk pembiayaan solusi emas hijrah dengan outstanding mencapai Rp1,9 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh lima kali lipat lebih secara tahunan.

"Kami tidak hanya menawarkan pembiayaan emas, tapi ingin membantu masyarakat mengubah sebagian pendapatan menjadi kepemilikan aset untuk masa depan," kata Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyad dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pencapaian tersebut menjadikan produk solusi emas hijrah sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan bisnis consumer Bank Muamalat. Selain nilai pembiayaan yang meningkat, jumlah rekening nasabah juga naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ricky mengatakan, Bank Muamalat mendorong perubahan cara masyarakat mempersiapkan masa depan, dari sekadar menyisihkan pendapatan menjadi membangun kepemilikan aset rill secara bertahap.

Pertumbuhan pembiayaan emas di Bank Muamalat menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat untuk memiliki aset yang dapat membantu mempersiapkan berbagai tujuan finansial di masa depan.

"Emas yang dimiliki secara terencana dapat dipersiapkan untuk pendidikan anak, ibadah haji atau umrah, kepemilikan kendaraan dan rumah, serta berbagai kebutuhan keluarga lainnya," ujarnya.

Menurut dia, emas memiliki karakteristik sebagai aset riil yang secara historis mampu menjaga nilai dalam jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, emas semakin diminati sebagai salah satu pilihan untuk menjaga nilai kekayaan.

Namun, Ricky mengingatkan kepemilikan emas sebaiknya tidak hanya didorong oleh momentum kenaikan harga. Masyarakat perlu memiliki tujuan yang jelas serta menyesuaikan pembiayaan dengan kemampuan finansial masing-masing.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya