Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman mengajak santri, warga Nahdliyin, komunitas pengajian, dan diaspora Indonesia di berbagai negara untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026 melalui lomba video pembacaan shalawat dan penulisan kolom opini. Kedua kegiatan ini mengangkat semangat santri Indonesia untuk berkontribusi bagi masyarakat dunia.
“Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026, PCINU Jerman mengajak para santri, Nahdliyin, komunitas pengajian, dan diaspora Indonesia di luar negeri untuk bersama-sama melantunkan Shalawat Nariyah dan An-Nahdliyah melalui lomba pembuatan video pendek,” tulis PCINU Jerman melalui akun Instagram resminya, dikutip Kamis (15/10/2026).
Lomba video shalawat
Melalui lomba video pendek, PCINU Jerman mengajak peserta melantunkan Shalawat Nariyah atau Shalawat An-Nahdliyah dengan latar landmark atau lanskap negara tempat mereka tinggal.
Lomba ini terbuka bagi warga negara Indonesia (WNI), diaspora Indonesia, komunitas pengajian, dan warga Nahdliyin yang berada di luar negeri. Peserta dapat mengikuti lomba secara individu maupun kelompok.
Video yang diikutsertakan harus berdurasi 90 detik hingga tiga menit, menggunakan format vertikal 9:16, dan memiliki resolusi minimal 1080p. Peserta diminta membuka video dengan salam dan perkenalan, melantunkan salah satu shalawat yang ditentukan dengan latar landmark atau lanskap setempat, kemudian menutupnya dengan ucapan Hari Santri dan pesan perdamaian.
Peserta juga diwajibkan mengenakan pakaian yang rapi dan sopan serta mencerminkan identitas santri atau Muslim.
Video diunggah melalui Instagram Reels di akun pribadi atau organisasi dengan mengundang akun @pcinujerman sebagai kolaborator. Akun Instagram peserta harus dalam keadaan publik selama periode lomba.
Dalam unggahan, peserta wajib mencantumkan nama individu atau tim, kota dan negara tempat tinggal, serta pesan Hari Santri atau doa singkat. Peserta juga harus menyertakan tagar #SantriFest, #HariSantriNasional, #SantriMendunia, dan #PCINUJerman.
Batas akhir pengunggahan video adalah Kamis, 22 Oktober 2026. Setelah mengunggah video, peserta wajib mengisi formulir pendaftaran melalui tautan bit.ly/shalawat_santri2026.
PCINU Jerman menyediakan sertifikat penghargaan dan uang tunai bagi juara pertama serta juara favorit. Seluruh peserta juga akan memperoleh sertifikat partisipasi sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional di luar negeri.
Informasi lebih lanjut mengenai lomba video dapat diperoleh melalui narahubung Zaki di nomor 085642768462.
Lomba penulisan opini
Selain lomba video shalawat, PCINU Jerman menggelar lomba penulisan kolom opini bertema “Santri Indonesia untuk Dunia”. Melalui kegiatan ini, PCINU Jerman mengajak peserta menuangkan gagasan dan perspektif mengenai peran serta kontribusi santri dan pesantren di tingkat global.
Lomba ini terbuka secara gratis. Namun, peserta diwajibkan mengikuti lokakarya penulisan kolom opini pada Ahad, 11 Oktober 2026, sebelum mengirimkan naskah. Lokakarya tersebut menghadirkan Dr. Budy Sugandi, kolumnis sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, sebagai narasumber.
Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom pada pukul 15.00–16.30 waktu Eropa Tengah atau 20.00–21.30 WIB. Peserta dapat mengikuti lokakarya menggunakan Meeting ID 861 3114 0299 dengan kata sandi 636369. Tautan alternatif tersedia melalui events.pcinu.de/santri2026.
Naskah yang dikirimkan harus merupakan karya orisinal, tidak mengandung plagiarisme, belum pernah dipublikasikan di media mana pun, dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain. Panjang tulisan ditetapkan antara 1.200 hingga 1.300 kata.
Peserta juga diwajibkan mencantumkan jabatan, afiliasi, atau institusi setelah judul tulisan dengan format “[Judul Tulisan] - [Jabatan, Afiliasi, Institusi]”. Naskah harus dilengkapi biografi singkat yang memuat nomor WhatsApp, alamat email, dan akun media sosial, terutama Instagram.
Batas akhir pengumpulan naskah adalah Ahad, 18 Oktober 2026, pukul 23.59 WIB. Tulisan diunggah melalui tautan bit.ly/opini_santri2026.
Dalam proses penjurian, panitia menetapkan empat kriteria penilaian. Ketajaman argumen dan orisinalitas gagasan memiliki bobot 40 persen. Sementara itu, kesesuaian dengan tema “Santri Indonesia untuk Dunia”, struktur penulisan, dan gaya bahasa masing-masing memiliki bobot 20 persen.
Penilaian mencakup kekuatan argumentasi mengenai peran santri dan pesantren bagi dunia, kebaruan sudut pandang, keterkaitan tulisan dengan tema, keruntutan alur berpikir, serta penggunaan bahasa yang populer, berbobot, dan sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia.
Panitia akan menghubungi penulis yang terpilih sebagai penghasil tulisan terbaik. Dengan mengikuti lomba, peserta menyetujui penyerahan hak cipta tulisan kepada panitia untuk sekurang-kurangnya diterbitkan dalam kolom opini di situs web PCINU Jerman. Keputusan panitia dan dewan juri bersifat mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.

8 jam yang lalu
4



English (US) ·
Indonesian (ID) ·