Jakarta, NU Online
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Muhammad Nuh meminta seluruh pengurus mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Menurutnya, pemahaman terhadap aturan organisasi merupakan bagian penting dalam menjalankan kepengurusan.
Prof Nuh menyebut AD/ART sebagai “kitab suci” organisasi. Istilah itu, kata dia, digunakan untuk menggambarkan posisi AD/ART sebagai pedoman dalam setiap tindakan organisasi.
“AD/ART itu tanda petik ‘kitab suci’-nya organisasi. Sehingga mulai dari pemahaman tentang AD/ART, kepatuhan terhadap AD/ART, pelaksanaan terhadap AD/ART itu mutlak kalau kita ingin mengembangkan sebuah organisasi,” kata Prof Nuh usai sosialisasi AD/ART hasil Muktamar ke-35 NU di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
Ia mengatakan setiap tindakan organisasi harus compliance atau sesuai dengan ketentuan AD/ART. Karena itu, sosialisasi mengenai aturan tersebut perlu dilakukan agar pengurus memahami landasan organisasi yang mereka kelola.
“Jangan sampai kita mengelola organisasi tidak tahu AD/ART-nya,” ujarnya.
Prof Nuh mengatakan penguatan kelembagaan perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap anggota dan masyarakat. Ia membedakan dua orientasi dalam kehidupan NU, yakni jamaah dan jamiyah.
Menurutnya, orientasi kepada anggota dan masyarakat tetap penting. Namun, penguatan kelembagaan juga tidak dapat diabaikan karena NU bukan sekadar kumpulan jamaah.
“Dua-duanya penting. Orientasi kepada keanggotaan penting, masyarakat penting, tapi orientasi terhadap penguatan kelembagaan juga penting,” kata dia.
Prof Nuh menjelaskan, NU dalam AD disebut sebagai jam'iyyah diniyyah Islamiyyah dan ijtimaiyyah. Karena itu, pengelolaan organisasi perlu memperhatikan aspek kelembagaan sebagai bagian dari identitas NU.
“NU ini bukan sekadar kumpulan dari jamaah, tapi jam'iyyah diniyyah ijtimaiyyah. Itu kan di AD-nya bunyinya begitu,” ujar Nuh.
PBNU Sosialisasikan AD/ART ke Daerah
Nuh juga menyebut PBNU akan menggelar sosialisasi AD/ART hasil Muktamar Ke-35 NU ke sejumlah daerah. Sosialisasi itu ditujukan agar pengurus memahami dan mematuhi aturan dasar organisasi dalam menjalankan roda jamiyah.
Menurutnya, sosialisasi AD/ART menjadi salah satu program yang diprioritaskan PBNU. Sosialisasi akan dilakukan dengan mendatangi sejumlah daerah, termasuk pengurus cabang yang berada di luar Jawa.
"Jadi itu termasuk program yang kita prioritaskan, kita menyapa ke beberapa daerah," ucap Nuh.
Menurutnya, pola sosialisasi akan bergerak dari pusat menuju wilayah yang lebih jauh atau periferi. Sasaran sosialisasi tidak berhenti pada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), tetapi juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).
“Jadi logikanya itu dari pusat ke periferi. Konsepnya dari pusat ke periferi. Baik pusat organisasi maupun periferi kewilayahan,” kata Nuh.
Ia mengatakan PCNU di berbagai daerah, termasuk wilayah yang berada di luar Jawa dan kawasan dengan komunitas NU minoritas, perlu mendapat perhatian yang sama.
“PC-PC-nya tidak hanya yang di Jawa, tapi di pojok-pojok sana pun juga harus disapa. Karena kita ingin mengembangkan ini tidak hanya berbasis di Jawa saja,” ujarnya.

2 jam yang lalu
1



English (US) ·
Indonesian (ID) ·