PBNU Siapkan Munas hingga Rakernas sebagai Program Awal Kepengurusan

1 jam yang lalu 3

Jakarta, NU Online

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Muhammad Nuh mengatakan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031 akan memperkuat organisasi hingga tingkat akar rumput. Salah satu langkah awal yang disiapkan adalah menggelar Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).


Nuh menyebut rangkaian agenda tersebut sebagai langkah cepat atau quick win agar kehadiran NU segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


“Sekarang harus ada hasil yang segera bisa dirasakan manfaatnya,” kata Nuh saat ditemui usai pelantikan pengurus PBNU periode 2026–2031 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu, (24/10/2026).


Ia mengatakan PBNU ingin menunjukkan soliditas organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat pada puncak peringatan hari lahir NU, 31 Januari 2027. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi NU dalam memasuki abad kedua.


Menurut Nuh, penguatan organisasi akan bertumpu pada empat prinsip. Pertama, menjaga qonun asasi dan Khittah NU sebagai ruh organisasi. Kedua, menerapkan tata kelola yang baik. Ketiga, mengarahkan gerakan organisasi menuju kelompok akar rumput. Keempat, menjadikan kemaslahatan sebagai orientasi utama.


Nuh menjelaskan penguatan akar rumput penting karena kekuatan organisasi bergantung pada kondisi struktur paling bawah. Ia mengibaratkan NU sebagai pohon yang hanya dapat tumbuh besar jika memiliki akar yang kuat.


"Akar itu mulai dari ranting, masyarakat bawah, kelompok mustasyar, a’wan, dan berbagai unsur organisasi yang perlu kita perkuat,” ujarnya.


Ia menegaskan penguatan tidak hanya menyasar struktur kepengurusan, tetapi juga lembaga dan badan otonom NU. Selain memperkuat struktur konvensional, Nuh mengatakan PBNU ingin menjangkau kelompok digital native, yakni generasi yang tumbuh bersama teknologi digital. Menurut dia, kelompok tersebut perlu dirangkul karena memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan.


Melalui empat prinsip tersebut, Nuh berharap PBNU dapat membangun fondasi organisasi yang lebih kuat saat memasuki abad kedua. Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan kepengurusan bukan semata-mata pada program yang tersusun, melainkan pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca Artikel Selengkapnya