PBNU Matangkan Materi Kaderisasi, Targetkan Pengkaderan Lebih Singkat dan Efektif

3 jam yang lalu 3

‎Jakarta, NU Online

‎Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mematangkan materi kaderisasi melalui workshop di Hotel Acacia, Senen, Jakarta Pusat, Kamis-Jumat (5-6/11/2026). Kegiatan ini bertujuan menghasilkan materi kaderisasi yang lebih padat, singkat, dan efektif.
‎
‎
‎Wakil Ketua Umum PBNU H Saifullah Yusuf mengatakan, workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan masukan sekaligus meninjau kembali seluruh materi kaderisasi yang selama ini digunakan NU.
‎
‎
‎“Selama dua hari ini, alhamdulillah hadir para narasumber yang memang kita harapkan untuk bisa memberikan materi dalam workshop ini,” ujarnya kepada NU Online, Jumat (6/11/2026).
‎
‎
‎Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, hasil pembahasan workshop selanjutnya akan dirumuskan oleh sejumlah kiai. Rumusan tersebut diharapkan menjadi pedoman baru dalam pelaksanaan kaderisasi di lingkungan NU.
‎
‎
‎Ia menjelaskan, kaderisasi merupakan salah satu amanat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Karena itu, hasil workshop nantinya akan diterbitkan dalam bentuk buku pedoman yang dapat digunakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).
‎
‎
‎“Karena kita ingin hasil muktamar ini bisa dilaksanakan oleh seluruh pengurus NU di semua tingkatan. Jadi, seluruh pengurus NU di semua tingkatan diberi target untuk bisa melaksanakan kaderisasi,” jelasnya.
‎
‎
‎Pelaksanaan kaderisasi tersebut, lanjut Gus Ipul, akan disesuaikan dengan klasifikasi masing-masing wilayah dan cabang. Ada pengurus yang ditargetkan menyelenggarakan kaderisasi satu kali dalam setahun, sementara yang lain dua hingga tiga kali dalam setahun.
‎
‎
‎Selain membahas kaderisasi, workshop juga mengagendakan peninjauan terhadap peraturan-peraturan perkumpulan. Langkah ini, masih menurut Gus Ipul, diperlukan untuk menyesuaikan berbagai ketentuan organisasi dengan hasil Muktamar ke-35 NU.

‎
‎Hasil peninjauan tersebut nantinya akan menjadi salah satu materi pembahasan dalam Konferensi Besar (Konbes) NU mendatang.
‎

‎Gus Ipul menambahkan, pembahasan juga diarahkan untuk mengelaborasi arahan Ketua Umum dan Rais Aam PBNU mengenai pentingnya Qanun Asasi sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan Nahdlatul Ulama selama lima tahun ke depan.
‎
‎
‎“Yang paling penting kita mengelaborasi arahan Ketua Umum, Rais Aam berkaitan dengan pentingnya Qanun Asasi menjadi pedoman bagi keseluruhan kegiatan Nahdlatul Ulama dalam lima tahun ke depan,” ungkapnya.
‎
‎
‎Ia berharap seluruh hasil workshop dapat segera dirampungkan, diterbitkan, dan didistribusikan kepada PWNU serta PCNU agar dapat ditindaklanjuti di masing-masing tingkatan kepengurusan.
 

Baca Artikel Selengkapnya