Parlemen Malaysia Desak Kuala Lumpur Tegas ke RI soal Kabut Asap

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota parlemen di Malaysia Lim Guan Eng mendesak pemerintahan yang berbasis di Kuala Lumpur bersikap tegas ke Indonesia menyusul kabut asap yang menyelimuti negara tersebut buntut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah negara ini.

Lim meminta pemerintahan Malaysia mempertimbangkan langkah hukum terhadap Indonesia untuk meminta ganti rugi imbas kabut asap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika pemerintah Indonesia menolak gugus tugas ASEAN dengan alasan kedaulatan nasional, pemerintah Malaysia tak akan punya pilihan selain memulai tindakan hukum untuk menuntut ganti rugi," ujar dia saat pidato membahas Anggaran 2027 di Dewan Rakyat, Kamis (15/10), dikutip Malay Mail.

Lim lalu berkata, "Rakyat Malaysia tak bisa lagi berdiam diri dan tak bertindak dalam menghadapi krisis kabut asap yang berulang ini."

Dia mengusulkan pembentukan gugus tugas ASEAN permanen yang melibatkan Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Filipina untuk merespons dengan cepat terkait karhutla.

Satuan gugus tugas itu, lanjut Lim, akan memungkinkan negara-negara ASEAN mengatasi kebakaran sebelum asap menyebar melintasi perbatasan nasional.

[Gambas:Video CNN]

Ia juga menyerukan ke pemerintah Malaysia untuk memberikan bantuan ekonomi kepada orang-orang yang terdampak kabut asap, khususnya pekerja ekonomi gig dan pengemudi ojek online yang bekerja di luar ruangan.

Seruan ini muncul saat Malaysia terus bergulat dengan kualitas udara yang memburuk akibat karhutla di Indonesia. Pada Kamis pukul 10 pagi kualitas udara di 34 dari 68 stasiun mencatat indeks polusi udara (API) yang tak sehat.

Malaysia bahkan menutup sekolah di Kuala Lumpur dan sejumlah negara bagian sejak beberapa pekan lalu.

"Sekolah-sekolah kami ditutup, sementara para pekerja, khususnya mereka yang bekerja di sektor ekonomi informal dan pengemudi Grab, terpaksa berhenti bekerja karena krisis kabut asap," kata Lim.

"Dampak kesehatan jangka panjangnya masih belum dapat dipastikan. Singkatnya, pemerintah harus memberikan bantuan keuangan kepada mereka yang terkena dampak," imbuh dia.

Sejumlah wilayah di Indonesia terbakar sejak bulan lalu. Dampaknya kabut asap turut menyelimuti negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Pihak berwenang Indonesia telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi Karhutla ini. Pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer hingga polisi dikerahkan untuk saling bekerja sama memadamkan api dan titik api.

Indonesia juga melakukan water bombing di titik api dan menerapkan operasi modifikasi cuaca (OMC).

(isa/bac)

Baca Artikel Selengkapnya