REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Otoritas Arab Saudi memutuskan memperpanjang penangguhan operasi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pascaserangan kelompok Houthi Yaman akhir pekan lalu. Serangan tersebut menewaskan belasan orang dan melukai ratusan lainnya.
“Otoritas Umum Penerbangan Sipil telah mengumumkan perpanjangan penangguhan operasi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh untuk menyelesaikan prosedur yang diperlukan untuk memverifikasi keamanan fasilitas dan kesiapan operasional mereka," kata otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan pada Senin (12/10/2026), dikutip laman Al Arabiya.
Sementara itu, koalisi militer pimpinan Saudi menyampaikan bahwa mereka berhasil mencegat rudal balistik yang kembali ditembakkan kelompok Houthi ke Riyadh pada Senin. “Intersepsi dan penghancuran rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi menuju Riyadh," tulis juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, lewat akun X-nya.
Houthi melancarkan serangan udara ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026). Serangan tersebut menewaskan setidaknya 13 orang dan melukai ratusan lainnya. Serangan udara Houthi berlanjut pada Ahad (11/10/2026). Sejumlah negara, terutama negara-negarw Arab, telah mengecam tindakan Houthi.
KBRI Riyadh, dalam keterangannya yang dirilis pada Ahad lalu mengungkapkan, mereka belum memperoleh laporan tentang adanya WNI terdampak serangan Houthi. Kendati demikian, informasi mengenai korban WNI masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.
“Kedutaan Besar Republik Indonesia Riyadh terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi dan mengimbau seluruh warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi, khususnya wilayah Riyadh, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat-tempat yang menjadi titik kerawanan, terutama area Bandara Internasional King Khalid dan sekitarnya, serta membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial,” ungkap KBRI Riyadh.
WNI diminta tetap tenang dan mematuhi arahan otoritas setempat serta mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi Pemerintah Arab Saudi. Sementara WNI yang hendak melakukan perjalanan dari dan menuju Saudi, diimbau mengonfirmasi kembali status perjalanannya kepada maskapai yang digunakan sebelum menuju bandara.
KBRI Riyadh mengungkapkan, berdasarkan keterangan resmi otoritas Saudi, serangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid tidak hanya memakan belasan korban jiwa, tapi juga menyebabkan lebih dari 300 orang luka-luka. Selain warga Saudi, korban tewas berasal dari beberapa negara lain seperti Bangladesh, Mesir, Yordania, Pakistan, Suriah, Sudan, dan Amerika Serikat.
“KBRI Riyadh akan terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada/tidaknya WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya,” kata KBRI Riyadh.
Pascaserangan akhir pekan lalu, operasional Bandara Internasional King Khalid ditangguhkan. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi mengungkapkan, penangguhan diterapkan hingga pemeriksaan dan penilaian yang diperlukan selesai dilakukan guna memastikan keselamatan fasilitas bandara, melalui koordinasi dengan otoritas terkait.

57 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·