Tasikmalaya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mengedukasi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk memiliki wawasan yang mendorongnya membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya menabung.
"Cita-cita tidak hanya membutuhkan semangat untuk belajar, tetapi juga perlu didukung dengan kebiasaan merencanakan keuangan," kata Asisten Manajer Kantor OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah Kurnia di Tasikmalaya, Kamis.
Ia menuturkan peserta dalam kegiatan edukasi itu sebanyak 80 pelajar jenjang SD, SMP dan SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya dalam rangkaian memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 dengan pembahasan tidak hanya tentang menabung, tapi membahas ketahanan pelajar dalam menghadapi berbagai risiko keuangan, termasuk judi online (judol).
Edukasi tersebut, lanjut dia, dikemas secara interaktif dengan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar, kemudian diajak memahami cara mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, serta memahami pentingnya perencanaan keuangan sebagai salah satu bekal untuk mencapai cita-cita.
"Mulailah dari hal sederhana, atur uang saku, sisihkan untuk menabung dan jangan mudah menghabiskan uang hanya karena mengikuti keinginan," kata Andriani.
Baca juga: BI Tasikmalaya perkuat pengendalian inflasi melalui Sindang Priatim
Ia menyampaikan OJK Tasikmalaya memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai bahaya judol yang selama ini modusnya dikemas menyerupai permainan daring.
Pelajar, kata dia, diberi pemahaman tentang sejumlah ciri yang perlu diwaspadai, di antaranya permainan yang meminta deposit untuk memperoleh peluang mendapatkan uang atau hadiah bernilai uang, menawarkan keuntungan secara cepat, serta mendorong pemain terus mempertaruhkan uang setelah mengalami kekalahan.
Ia mengingatkan pelajar agar tidak mudah terkecoh oleh tampilan permainan yang menarik maupun iming-iming mendapatkan uang secara instan.
"Kalau sebuah 'game' meminta kita mempertaruhkan uang dengan harapan mendapatkan uang yang lebih besar berdasarkan hasil permainan atau keberuntungan, itu sudah menjadi tanda yang harus diwaspadai," katanya.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Heri Haerudin menyampaikan terima kasih telah dilaksanakannya kegiatan edukasi bagi peserta didik terkait pengelolaan uang, menabung, dan bahaya lain seperti permainan judi daring.
"Anak-anak tidak hanya perlu dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga kecakapan hidup. Pemahaman mengelola uang dan mengenali bahaya judi online penting agar mereka mampu mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa depannya," katanya.
Baca juga: Wamenekraf: Potensi ekraf Tasikmalaya dorong kemajuan ekonomi daerah
Baca juga: Menkop dan Menbud canangkan revitalisasi Tugu Koperasi di Tasikmalaya
Baca juga: Askrindo siapkan asuransi risiko proyek infrastruktur di Tasikmalaya
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·