Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan skor tata kelola perusahaan tercatat (emiten) di pasar modal Indonesia terus meningkat berdasarkan penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengungkapkan bahwa rata-rata skor emiten Indonesia dalam penilaian ACGS meningkat dari sebesar 77,4 pada 2021 menjadi 84,4 pada 2024.
"Tentu perkembangan tersebut patut kita apresiasi. Setidaknya ada kemajuan dalam aspek keterbukaan informasi, transparansi transaksi pihak yang berelasi, serta terjadi penguatan fungsi pengawasan perusahaan," ujar Hasan dalam sambutannya pada acaraThe 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Senin.
Selain itu, Hasan melanjutkan jumlah perusahaan Indonesia yang masuk kategori ASEAN Asset Class bertambah dari delapan perusahaan pada 2017 menjadi 23 perusahaan pada 2024.
Baca juga: BEI: Tujuh perusahaan antre gelar IPO di pasar modal Indonesia
Namun demikian, Ia menilai peningkatan tersebut belum merata, yang mana masih perlunya penguatan efektivitas direksi dan dewan komisaris, konsistensi pengungkapan informasi, serta integrasi aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.
Menurut Hasan, tata kelola perusahaan yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan investor, yang mana praktik tersebut harus tercermin melalui pengambilan keputusan yang konsisten, keterbukaan dalam menghadapi persoalan, kehati-hatian dalam mengelola risiko, serta pengendalian benturan kepentingan.
Seiring dengan itu, OJK mengidentifikasi empat prioritas perbaikan tata kelola, diantaranya perlindungan hak dan perlakuan setara bagi pemegang saham, serta peningkatan efektivitas direksi dan dewan komisaris.
Kemudian, penguatan kualitas serta aksesibilitas informasi, serta integrasi keberlanjutan serta ketahanan usaha ke dalam tata kelola perusahaan.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·