Kendari (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama pemerintah kabupaten dan PT BPR Bahteramas Konawe meluncurkan 12.969 rekening Simpanan Pelajar (Simpel) "Konawe Bersahaja" untuk memperluas akses keuangan bagi pelajar di wilayah tersebut.
Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha saat dihubungi di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa peluncuran tersebut dilaksanakan untuk sekaligus memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 dan mendukung implementasi program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) serta Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).
"Kepemilikan rekening tabungan sejak usia dini tidak hanya memperluas akses ke lembaga keuangan formal, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter anak dalam mengelola keuangan," kata Bismi.
Dia menyebutkan bahwa melalui program Simpel Konawe Bersahaja, pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya menabung sejak dini.
"Budaya tersebut merupakan investasi penting dalam mewujudkan generasi yang cerdas finansial, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Bismi menjelaskan bahwa sebanyak 12.969 rekening Simpel yang diluncurkan mencakup 8.041 rekening untuk siswa di 40 Sekolah Dasar (SD) dan 4.928 rekening untuk siswa di 26 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Selain edukasi finansial, program ini disinergikan dengan BNN Kabupaten Konawe melalui kampanye Anti Narkoba, guna membentuk generasi muda yang sehat, cerdas secara finansial, dan terhindar dari penyalahgunaan narkotika," kata Bismi.
Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe Gunawan Samad, mengapresiasi langkah OJK Sultra, TPAKD Kab. Konawe, serta BPR Bahteramas Konawe yang terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di daerah.
"Dengan memiliki rekening tabungan sejak dini, anak-anak akan lebih mengenal sistem keuangan formal, belajar menyisihkan uang secara rutin, serta memahami pentingnya perencanaan keuangan," kata Gunawan.
Diketahui, kegiatan yang dihadiri lebih dari 300 peserta tersebut terdiri atas jajaran Pemda Konawe, perbankan, kepala sekolah, guru, dan para siswa juga dirangkaikan dengan sosialisasi pentingnya menabung, edukasi bahaya narkoba, serta kuis interaktif.
Baca juga: CORE: Penilaian kredit alternatif dapat perluas pembiayaan UMKM
Baca juga: LPS merampungkan likuidasi tujuh BPR/BPRS di semester I-2026
Baca juga: OJK bertemu 100 investor global, apresiasi reformasi pasar modal RI
Baca juga: OJK: Kredit perbankan tumbuh 12,67 persen capai Rp9.080,9 triliun
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·