Kediri (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, mendorong budaya menabung sejak dini kepada pelajar dengan edukasi program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) dan "Sangu Sampah".
Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan kepemilikan rekening bagi pelajar diharapkan tidak sekadar menjadi sarana untuk mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan, tetapi juga membangun kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak sejak dini.
"Secara simbolis dilakukan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi peserta kegiatan. Saya berharap rekening ini bukan hanya sekadar dibuka, tetapi benar-benar digunakan dan menjadi tempat untuk menabung hasil dari Sangu Sampah yang dikumpulkan,” ujar Ismirani dalam keterangannya, di Kediri, Kamis.
Ismirani menjelaskan, dalam peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 bertema "Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan" di GOR Gajah Putih, Trenggalek tersebut, OJK mempunyai program sinergi program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) dan program Sangu Sampah.
Menurut dia, sinergi yang menggabungkan edukasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan tersebut bisa menjadi contoh bahwa literasi keuangan dapat dikembangkan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan pelajar.
"Hari Indonesia Menabung bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini sebagai fondasi masa depan yang lebih kokoh dan mandiri," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pelajar mendapatkan edukasi mengenai pentingnya membangun budaya menabung, mengelola keuangan sejak dini, keamanan menggunakan layanan keuangan, serta manfaat memiliki tabungan pelajar yang dikemas melalui berbagai perlombaan interaktif dan edukatif.
Pemkab Trenggalek juga menyerahkan penghargaan kepada sembilan sekolah terbaik atas partisipasinya dalam Program Sangu Sampah. Selain itu, diserahkan Sertifikat Pengurang Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) sebesar 12 ton CO2e kepada PT BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda).
Kegiatan HIM 2026 diselenggarakan OJK Kediri bersama Pemkab Trenggalek, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan PT BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda) serta diikuti 853 pelajar jenjang SMP dan SMA se-Kabupaten Trenggalek.
OJK Kediri bersama Pemkab Trenggalek dan pihak terkait berharap sinergi KEJAR dan Sangu Sampah dapat membentuk generasi muda yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan, peduli terhadap lingkungan, serta mampu mempersiapkan masa depan yang mandiri dan berkelanjutan.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·