Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang menerapkan target penyaluran kredit hijau bagi perbankan guna mendorong peningkatan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pencapaian karbon bersih atau net zero emission (NZE).
Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Agus Firmansyah mengatakan saat ini penyaluran kredit hijau oleh perbankan masih bersifat sukarela.
"Bukannya tidak mungkin kita juga akan memberikan target kepada bank misalnya, berapa persen seharusnya kredit hijaunya kalau sekarang baru semacam voluntary aja, tapi ke depannya bukan tidak mungkin kita akan mulai meminta bank juga menetapkan targetnya berapa yang hijau," ujar Agus ditemui usai acara Launching Program Pemberdayaan IKM Hijau bersama Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, penetapan target tersebut diharapkan dapat mendorong perbankan semakin aktif dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang mendukung ekonomi hijau, termasuk industri kecil menengah (IKM) hijau.
"Supaya mereka juga semakin aktif memberikan pembiayaan-pembiayaan terhadap IKM hijau," katanya.
Ia menambahkan langkah tersebut juga bertujuan agar OJK dapat memetakan besaran kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya dalam mencapai target NZE.
"Supaya nanti kita semakin bisa mengetahui berapa banyak kredit hijau yang sudah disalurkan di Indonesia oleh perbankan, karena kita juga men-support tujuan dari program pemerintah untuk mencapai net zero dan lain-lain," ujarnya.
Agus juga menilai program yang diluncurkan Kementerian Perindustrian terkait penguatan industri hijau merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arah kebijakan OJK dalam mendorong pembiayaan berkelanjutan.
Adapun Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKMA menghadirkan program Pemberdayaan IKM Hijau sebagai upaya strategis mendorong IKM menerapkan aktivitas industri yang lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan IKM yang menerapkan aktivitas hijau di dalam usahanya, sekaligus menciptakan role model yang dapat menjadi inspirasi, contoh praktik baik, dan penggerak transformasi bagi IKM lainnya di berbagai daerah di Tanah Air.
Sebelumnya, OJK menyatakan optimis kredit UMKM dapat tumbuh positif hingga akhir tahun 2026 dibanding periode sebelumnya, didukung level Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terus terjaga dan diharapkan dapat menopang aktivitas UMKM.
"OJK bersama pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan UMKM guna mewujudkan pertumbuhan perekonomian nasional yang inklusif dan berkelanjutan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam jawaban tertulis di Jakarta, Kamis.
Dian mencatat bahwa kredit UMKM mulai tumbuh secara tahunan (year on year/yoy) setelah terkontraksi pada awal tahun, di mana kredit UMKM pada Mei 2026 telah tumbuh sebesar 0,60 persen (yoy) di tengah tekanan daya beli masyarakat serta dinamika perekonomian domestik.
Pertumbuhan kredit UMKM tersebut dikontribusikan dari kredit usaha mikro dan menengah masing-masing tumbuh sebesar 0,64 persen (yoy) dan 1,84 persen (yoy), meskipun kredit usaha kecil terkontraksi sebesar 0,24 persen (yoy).
Menurut Dian, dinamika kondisi ekonomi yang disertai perubahan pola konsumsi masyarakat selanjutnya memberi tekanan daya beli, terutama di kelas menengah ke bawah dapat berdampak langsung pada omzet dan perputaran kas pelaku UMKM.
Baca juga: OJK: Transisi rendah karbon jadi peluang di tengah tantangan global
Baca juga: OJK: Penyaluran kredit berkelanjutan diprediksi terus bertumbuh
Baca juga: OJK catat 22 penerbitan obligasi hijau senilai Rp36 triliun
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·