Obama Desak AS Serius Atur AI, Sebut Potensi Bahaya

5 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan kecerdasan buatan (AI) bisa menjadi berbahaya jika perkembangannya tidak segera diatur dan diawasi dengan baik.

Peringatan itu disampaikan Obama dalam sebuah acara penggalangan dana tertutup pada Kamis (10/9).

"Ini adalah sesuatu yang bergerak sangat cepat di tangan swasta, dan jika kita tidak segera mengendalikannya, saya pikir ini bisa berbahaya," kata Obama dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Obama juga mendorong Partai Demokrat untuk menyiapkan kerangka kebijakan dan tata kelola AI yang lebih jelas.

Menurut laporan tersebut, Obama meminta Pemimpin Minoritas Parlemen AS Hakeem Jeffries membantu membentuk dialog publik mengenai kebijakan AI jika Partai Demokrat kembali menguasai parlemen dalam pemilu sela pada 3 November.

"Begitu Anda menjadi speaker, saya sangat mendorong agar Demokrat menyusun kerangka untuk dialog publik yang sangat terbuka," kata Obama kepada Jeffries.

Obama juga meminta kandidat dalam pemilihan presiden AS 2028 menjadikan AI sebagai salah satu agenda utama.

Ia menilai calon presiden perlu memiliki rencana yang jelas untuk menangani isu keselamatan dan dampak ekonomi dari teknologi tersebut.

Kantor Obama belum segera memberikan komentar atas permintaan Reuters.

Peringatan Obama muncul ketika semakin banyak anggota parlemen AS menyerukan aturan yang lebih ketat terhadap teknologi AI.

Kekhawatiran itu juga dipicu peringatan dari dua peneliti Anthropic yang menyebut perkembangan industri AI yang terlalu cepat bisa membawa risiko sangat besar, termasuk ancaman terhadap kelangsungan umat manusia.

Kekhawatiran soal kelangsungan umat manusia turut meningkat setelah muncul kasus agen AI yang bertindak di luar kendali dan meretas sistem eksternal.

Sejumlah peneliti keselamatan AI juga meninggalkan perusahaan tempat mereka bekerja karena khawatir terhadap risiko teknologi tersebut.

Pada Sabtu (12/9), CEO Anthropic Dario Amodei mendorong perusahaan AI untuk memperlambat pengembangan kemampuan model di tengah meningkatnya kekhawatiran soal penyalahgunaan AI.

Seruan tersebut mendapat persetujuan dari CEO OpenAI Sam Altman dan Elon Musk, yang memimpin xAI.

(lom)

Baca Artikel Selengkapnya