OASA garap PSEL Lampung Raya dukung proyek "waste to energy" nasional

5 hari yang lalu 21

Jakarta (ANTARA) - PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melalui anak usahanya PT Indoplas Dewata Energi bersama SUS Environment Inc. telah membentuk Konsorsium Bumi Biru Indonesia, yang telah ditetapkan sebagai mitra terpilih untuk mengembangkan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Lampung Raya.

PSEL Lampung Raya merupakan salah satu dari delapan lokasi proyek Waste to Energy tahap kedua yang telah ditetapkan oleh PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

“Pengembangan Waste to Energy membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, mitra teknologi, serta berbagai pemangku kepentingan demi dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujar Direktur Utama OASA Bobby Gafur Umar dalam Public Expose di Jakarta, Senin.

Bobby mengatakan, perkembangan saat ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mempercepat pembangunan fasilitas Waste to Energy di Indonesia.

Baca juga: PLN jamin serap seluruh listrik PSEL selama 30 tahun

“OASA berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan proyek-proyek yang tidak hanya menghasilkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap transisi energi, pengurangan emisi, dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Bobby.

Proyek PSEL Lampung Raya dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.167 ton sampah per hari, yang merupakan bagian dari pengembangan proyek Waste to Energy tahap kedua dari Danantara.

"Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi dalam mendukung pengembangan ekosistem Waste to Energy nasional melalui kolaborasi bersama mitra strategis yang memiliki pengalaman dan kapabilitas di bidang pengembangan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi,” ujar Bobby.

Adapun, proyek PSEL di Lampung Raya melengkapi portofolio Waste to Energy dari OASA yang saat ini terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya