Jakarta, CNN Indonesia --
New York menjadi negara bagian Amerika Serikat pertama yang menetapkan keadaan darurat bencana di seluruh wilayah negara bagian akibat lonjakan kasus campak.
Status darurat ini menjadi langkah luar biasa setelah penyakit tersebut dinyatakan telah diberantas di AS lebih dari dua dekade lalu.
Gubernur New York Kathy Hochul mengeluarkan Perintah Eksekutif untuk memperkuat penanganan wabah campak yang masih berlangsung di sejumlah daerah pedesaan New York dan negara bagian di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perintah tersebut memungkinkan pemerintah negara bagian merespons penyebaran campak dengan lebih cepat. Pemerintah juga dapat mengambil langkah tambahan untuk meningkatkan vaksinasi dan pemeriksaan campak di kalangan warga.
Melalui aturan itu, tenaga kesehatan yang dapat memberikan vaksin campak juga diperluas. Paramedis, penyedia layanan EMS tingkat lanjut, apoteker, dan bidan kini dapat memberikan vaksin campak. Selain itu, perawat bersama dokter diperbolehkan memesan tes campak untuk membantu mempercepat pemeriksaan terhadap warga yang diduga terinfeksi.
Hochul juga telah menerima vaksin flu musiman. Ia kemudian mengimbau seluruh warga New York untuk mendapatkan vaksin influenza guna membantu melindungi diri dari infeksi.
Meningkatnya kasus campak
Hingga Sabtu (3/10), New York mencatat 108 kasus campak yang telah dikonfirmasi sepanjang tahun ini, lapor RRT News.
Sebanyak tujuh kasus ditemukan di New York. Sementara itu, 101 kasus lainnya tersebar di berbagai wilayah negara bagian tersebut.
Lonjakan kasus di New York terjadi di tengah peningkatan kasus campak di Amerika Serikat dan berbagai negara lain.
Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular. Penyakit yang juga dikenal sebagai rubella ini disebabkan oleh virus campak dari genus Morbillivirus.
Virus tersebut pertama kali menginfeksi saluran pernapasan sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Campak terutama menular melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau bernapas. Seseorang juga dapat tertular setelah menghirup udara yang telah terkontaminasi virus.
Dalam kasus yang lebih jarang, penularan dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Infeksi campak biasanya berlangsung sekitar 10 hingga 14 hari. Gejala yang umum muncul antara lain demam tinggi, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mata merah atau berair, pilek, dan batuk.
Penderita juga dapat mengalami ruam khas campak. Bintik putih kecil yang disebut bintik Koplik dapat muncul di dalam mulut sekitar dua hingga tiga hari sebelum ruam berkembang.
AS sebenarnya telah menyatakan campak endemik berhasil diberantas pada 2000. Namun, negara tersebut kembali menghadapi lonjakan kasus dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, AS mencatat 2.286 kasus campak terkonfirmasi. Angka tersebut menjadi jumlah kasus tahunan tertinggi sejak 1992, ketika 2.126 kasus dilaporkan.
Lonjakan tersebut berlanjut pada 2026. Hingga Jumat (2/10), sebanyak 4.020 kasus campak telah dilaporkan di AS berdasarkan Johns Hopkins US Measles Tracker.
Campak kembali merebak di AS
Pennsylvania menjadi negara bagian dengan kasus terbanyak. Hingga Senin (5/10), Kementerian Kesehatan Pennsylvania mencatat 1.004 kasus terkonfirmasi yang tersebar di 39 kabupaten.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun campak endemik telah diberantas lebih dari dua dekade lalu, AS masih rentan mengalami wabah.
CDC menyebut beberapa faktor yang mendorong kemunculan kembali kasus campak di AS.
Salah satunya adalah menurunnya cakupan vaksinasi MMR pada anak-anak taman kanak-kanak. Tingkat vaksinasi nasional kini berada di bawah target 95 persen, sementara cakupannya jauh lebih rendah di sejumlah komunitas.
Aktivitas campak di berbagai negara juga meningkat. Kondisi ini meningkatkan risiko pelancong yang belum mendapatkan vaksin tertular campak di luar negeri dan membawa virus tersebut kembali ke AS.
Campak sendiri bukan penyakit musiman. Namun, penularannya dapat meningkat saat periode perjalanan ramai, seperti liburan musim semi, musim panas, dan hari libur.
Risiko penularan juga meningkat ketika orang yang belum divaksinasi berkumpul di tempat padat, termasuk perkemahan musim panas.
Vaksin jadi pencegahan utama
Vaksinasi menjadi cara utama untuk melindungi diri dari campak.
Ada dua jenis vaksin yang dapat memberikan perlindungan terhadap campak. Pertama, vaksin MMR yang melindungi dari campak, gondongan, dan rubella.
Kedua, vaksin MMRV yang memberikan perlindungan terhadap campak, gondongan, rubella, dan varisela atau cacar air.
Di AS, vaksin MMR yang tersedia antara lain MMR II dari Merck dan PRIORIX dari GSK. Sementara itu, ProQuad dari Merck merupakan vaksin MMRV.
Sebagian besar orang yang menerima dosis vaksin sesuai rekomendasi akan memperoleh perlindungan jangka panjang terhadap campak.
(mge/dna)

45 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·