Netanyahu Didemo Ribuan Orang di Tel Aviv Jelang Pemilu Israel

48 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi di Tel Aviv untuk memprotes pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan yang memungkinkan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terjadi.

Aksi tersebut berlangsung di Hostages Square pada Sabtu (24/10), tiga hari sebelum pemilihan umum Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demonstrasi digelar untuk mendesak pemerintah bertanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan Hamas yang kemudian memicu perang di Jalur Gaza.

Demonstrasi itu diinisiasi oleh Dewan Oktober (October Council), kelompok yang dibentuk keluarga para sandera yang dibawa ke Gaza dalam serangan tersebut.

Melalui aksi itu, mereka menuntut pembentukan komisi penyelidikan negara yang independen untuk mengungkap kegagalan keamanan dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab.

"Tiga hari sebelum pemilu, kami akan menggelar acara puncak yang menandai tiga tahun perjuangan untuk mengungkap kebenaran, menuntut pertanggungjawaban, dan membentuk komisi penyelidikan negara," tulis Dewan Oktober melalui media sosial X sebelum demonstrasi berlangsung seperti yang dikutip dari Al Jazeera, Minggu (25/10).

Aksi serupa juga digelar di sejumlah wilayah lain di Israel. Demonstrasi tersebut diikuti sejumlah tokoh oposisi, termasuk Gadi Eisenkot dari Partai Yashar, yang menjadi salah satu pesaing utama Netanyahu dari kubu kanan-tengah.

[Gambas:Video CNN]

Saat tiba di lokasi demonstrasi di Tel Aviv, Eisenkot disambut seruan massa yang meneriakkan, "Siapa yang akan datang? Perdana menteri berikutnya."

Pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan, juga hadir dalam aksi tersebut.

Pengacara sekaligus warga Israel, Dan Adin, turut mengunggah suasana demonstrasi melalui X. Ia menggambarkan banyaknya massa yang bergerak dari Rabin Square menuju Hostages Square untuk menyuarakan perubahan dan harapan.

Tuntut penyelidikan independen

Dewan Oktober mendesak pemerintah membentuk komisi penyelidikan independen untuk mengusut kegagalan yang memungkinkan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terjadi.

Kelompok tersebut ingin pejabat Israel yang dinilai bertanggung jawab atas kegagalan itu dimintai pertanggungjawaban dan keadilan bagi keluarga yang terdampak dapat ditegakkan.

Pemerintahan koalisi Netanyahu menolak desakan pembentukan komisi independen. Sebagai gantinya, pemerintah mengusulkan komisi yang anggotanya ditentukan melalui mekanisme politik.

Dalam usulan tersebut, separuh anggota komisi akan ditunjuk pemerintah, sedangkan sisanya dipilih oleh anggota parlemen dari kubu oposisi. Para pemimpin oposisi menolak skema itu dan menyatakan akan memboikot komisi yang dibentuk melalui penunjukan politik.

Menjelang demonstrasi, Dewan Oktober juga memperingatkan aparat penegak hukum mengenai kemungkinan adanya provokasi dari kelompok pendukung pemerintah.

"Kami telah mengirim surat mendesak kepada Komisaris Polisi setelah menerima peringatan mengenai upaya pihak-pihak yang terkait dengan koalisi untuk mengganggu demonstrasi malam ini," tulis kelompok tersebut di X.

Demonstrasi berlangsung menjelang pemilu Israel yang diperkirakan berlangsung ketat pada Selasa (27/10). Pemilu ini menjadi pemilihan umum pertama sejak perang di Gaza dimulai.

Jajak pendapat menunjukkan blok sayap kanan yang dipimpin Netanyahu bersaing ketat dengan blok yang dipimpin Eisenkot. Meski demikian, kedua kubu diperkirakan belum mampu meraih mayoritas kursi di parlemen Israel.

Hasil pemilu juga berpotensi memengaruhi kebijakan militer Israel terhadap Iran. Eisenkot dinilai lebih enggan melanjutkan serangan militer terhadap Teheran jika terpilih menjadi perdana menteri.

(anm/bac)

Baca Artikel Selengkapnya